Muncul Gejala Fanatisme Pendukung Anies vs Risma, Ada Apa Ini?

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 04 Feb 2020 16:44 WIB
Ilustrasi Anies Baswedan dan Tri Rismaharini (Repro detikcom)
Ilustrasi Anies Baswedan dan Tri Rismaharini (Repro detikcom)
Jakarta -

Warganet (netizen) penghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bernama Zikria ditangkap polisi. Usut punya usut, Zikria menghina Risma karena tidak terima Gubernur Jakarta Anies Baswedan di-bully dan dibanding-bandingkan dengan Risma.

Yang lebih mencengangkan lagi, Zikria bukan orang Jakarta dan bukan juga orang Surabaya. Zikria adalah orang Bogor Jawa Barat yang bersimpati kepada Anies. Pelapor Zikria ke polisi adalah pihak yang menamakan dirinya sebagai Forum Arek Suroboyo Wani. Gejala fanatisme politik macam apa ini?

"Saya kira ini ada perebutan pemilih oleh elite politik, memperebutkan suara untuk 2024," kata pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, kepada wartawan, Selasa (4/2/2020).

Hasil peneropongan Rico, dinamika politik yang menyeret emosi non-elite sebenarnya akan bermuara ke Pilpres 2024. Pangkalnya tetap tersangkut di puing-puing persaingan Pilpres 2019.

"Ada mantan pemilih Jokowi dan mantan pemilih Prabowo yang diperebutkan untuk suara di 2024. Semuanya kini memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk memobilisasi opini. Simpatisan kemudian terbawa arus mobilisasi opini. Stimulan opini tetap berasal dari elite," kata Rico.

Dia melihat pendukung Risma sebagian adalah pemilih Jokowi, sedangkan pendukung Anies adalah mantan pemilih Prabowo. Meski di tataran elite Jokowi dan Prabowo sudah akur, namun emosi masyarakat biasa tak bisa semudah itu berbalik sikap. "Risma sebentar lagi akan selesai masa jabatannya di Surabaya, yakni 2020. Anies tak sampai 2022 juga sudah selesai masa jabatannya di DKI," kata Rico.

Supaya masyarakat tak terbelah seperti Pilpres 2019, Rico menyarankan kepala daerah-kepala daerah lain maju ke Pilpres 2024 kelak dan mulai menyiapkan diri. Lepas dari itu, Rico menyoroti kasus Zikria sebagai kasus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). UU itu disebutnya akan terus memakan korban. Dia menyarankan pejabat agar punya kuping agak tebal supaya tak terlalu latah lapor polisi bila mendengar kata-kata kasar.

"Ini adalah ekses dari kompetisi politik dan perangkat hukum," kata Rico.

Muncul Gejala Fanatisme Pendukung Anies vs Risma, Ada Apa Ini?Rico Marbun (Ari Saputra/detikcom)

Simak Video "Jokowi-BG Kode '2024', Sandi: Pesan Guyon dan Penyemangat"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2