Kisah Para Debt Collector di Indonesia yang Tewas saat Tagih Utang

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 04 Feb 2020 12:55 WIB
Ilustrasi soal pembunuhan debt collector, tidak berhubungan dengan berita. (Danu Damarjati/detikcom)
Ilustrasi soal pembunuhan debt collector, tidak berhubungan dengan berita. (Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta -

Edward Silaban, seorang debt collector di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dibunuh secara sadis oleh debiturnya. Cerita debt collector dibunuh oleh debiturnya bukan kali ini saja terjadi.

Debt collector atau penagih utang kerapkali dipandang khalayak umum sebagai profesi yang menyeramkan. Soalnya, sering muncul cerita tentang seorang nasabah yang dikejar-kejar oleh debt collector, bahkan dengan intimidasi.


Namun yang kerap luput dari perhatian masyarakat, pekerjaan seorang debt collector juga tak kalah berisiko. Taruhannya bisa nyawa. Debt collector justru bisa dibunuh oleh orang yang berhutang, bahkan hingga dihakimi massa.

Berikut adalah catatan peristiwa-peristiwa tentang debt collector yang tewas terkait pekerjaannya:

1. Depok, 2011

Pada bulan April 2011, seorang debt collector bernama Helmy Yohanes Manuputty tewas diduga akibat dianiaya nasabahnya. Helmy sebelumnya menagih utang kepada nasabah SMS Finance, yang diduga anggota TNI berinisial R, karena sudah menunggak kredit mobil dua bulan. R diduga adalah salah seorang anggota Kostrad Cilodong.

Rekan Helmy, Buce, menceritakan, Helmy 'diambil' oleh sekitar 40-an oknum TNI dari kantornya di SMS Finance Cabang Margonda, Depok. Lalu dia dibuang ke Cililitan.



Kostrad pun sempat membantah anggotanya melakukan penganiayaan ini. "Informasi-informasi seperti ini tidak benar. Tidak ada anggota Kostrad yang melakukan hal itu," ujar Perwira Penerangan Kostrad, Kapten Agus, saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (19/4/2011).

Namun, jika memang ada oknum TNI yang melakukannya, Kostrad takkan tinggal diam. Ujung dari kasus kematian Helmy ini belum diketahui lagi.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3