1,4 Juta Ha Kebun Sawit Ilegal, Pemprov Riau Kehilangan Rp 107 Triliun/Tahun

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Feb 2020 11:33 WIB
Pos pantau sawit di Malaysia
Ilustrasi (dok. detikcom)
Pekanbaru -

Pemprov Riau disebut kehilangan potensi pendapatan hingga Rp 107 triliun per tahun. Hal itu akibat hamparan perkebunan sawit tanpa izin yang mencapai 1,4 juta hektare di Bumi Lancang Kuning tersebut.

"Potensi penerimaan pajak yang hilang itu Rp 107 triliun setiap tahun dari 1,4 juta hektare perkebunan sawit ilegal," kata mantan Ketua Panitia Khusus Monitoring dan Evaluasi Perizinan Lahan DPRD Riau Suhardiman Amby kepada Antara di Pekanbaru sebagaimana dikutip dari Antara, Selasa (4/2/2020).

Pada 2016, Panitia Khusus Monitoring dan Evaluasi Perizinan Lahan DPRD Riau menemukan sedikitnya 1,4 juta hektare hutan yang disulap menjadi perkebunan sawit oleh beragam korporasi di sejumlah daerah di Riau. Hingga kini, dia mengatakan terdapat tujuh perusahaan telah diseret ke ranah hukum dan diputus bersalah.

Suhardiman mengakui pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah besar untuk menertibkan keberadaan perkebunan sawit ilegal di Riau. Namun, ia memastikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan, termasuk melaporkan temuan sendiri itu ke penegak hukum.

"Semuanya akan dilakukan secara bertahap. Tiap bulan kami masukkan gugatan hampir 18.000 hektare. Di akhir 2020 ini, kami berharap berjalan 200 ribu hektare," jelasnya.

Suhardiman juga menyinggung eksekusi 3.323 hektare lahan sawit di Pelalawan. Dia mengatakan perusahaan itu merupakan salah satu perusahaan yang menjadi temuan Pansus pada 2016.

Selanjutnya
Halaman
1 2