Kasus King of The King, Polisi Tangkap Ketua Umum IMD di Tangerang

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Senin, 03 Feb 2020 15:43 WIB
Polisi tangkap Ketua Indonesia Mercusuar Dunia di kasus King of The King Tangerang
Polisi menangkap Ketua Indonesia Mercusuar Dunia dalam kasus King of The King Tangerang. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kemunculan King of The King di Tangerang menjadi sorotan polisi. Terbaru, satu pelaku baru yang juga menjabat Ketua Umum Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) ditangkap polisi terkait kasus itu.

"Pada Jumat, 31 Januari 2020, pukul 09.00 WIB Polres Tangerang menangkap Juanda, yang juga Ketua Umum IMD," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Senin (3/2/2020).


Yusri menyebut polisi menangkap Juanda di daerah Karawang, Jawa Barat. Juanda disebutnya bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

"Agamanya Islam, pekerjaannya PNS," jelas Yusri.

Dalam kasus King of The King, Juanda disebutnya berperan memberikan konsep pembuatan spanduk. Juanda juga menyuruh tersangka lain memasang spanduk tersebut.

Barang bukti dokumen palsu yang disita polisi dari tersangka Ketua Umum IMD di kasus King of The King TangerangBarang bukti dokumen palsu yang disita polisi dari tersangka Ketua Umum IMD di kasus King of The King Tangerang. (Foto: dok. Istimewa)


"Perannya dia Ketua Umum IMD. Dia yang membuat ide atau konsep kalimat atau kata-kata di baliho bersama Pedro lalu diberikan kepada Nata. Dia juga memerintahkan Nata untuk membuat baliho untuk dipasang di wilayah Banten, termasuk Kota Tangerang," ungkap Yusri.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti, yakni jubah tersangka sebagai Ketua Umum IMD, satu ID card IMD, dan 97 sertifikat yang diduga palsu. Saat ini, polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut.


Seperti diketahui, polisi mulai menyidik kasus terkait kemunculan King of The King di Kota Tangerang. Tiga petinggi King of The King sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka diduga melakukan penipuan dengan cara menghimpun dana dari masyarakat. Masyarakat diminta memberikan sumbangan bervariasi antara Rp 1,7 juta dan Rp 2 juta kepada kelompok tersebut.

Simak Video "Polisi Sudah Sebulan Pantau Kegiatan King of The King"

[Gambas:Video 20detik]

(sam/azr)