Jelang Pilkada, 5 Luka Akibat Bentrok di Nias Selatan
Selasa, 29 Nov 2005 00:12 WIB
Jakarta - Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) kembali menuai kisruh. Dua hari menjelang pilkada yang rencananya berlangsung 30 November mendatang di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, massa menyerbu Kantor Camat Teluk Dalam. Bentrokan dengan polisi tidak terhindarkan, lima orang mengalami luka.Keterangan yang diperoleh detikcom, bentrokan itu terjadi Senin (28/11/2005) sekitar pukul 18.30 WIB. Sekitar 500 orang berunjuk rasa menuntut pembatalan pilkada. Massa sebelumnya berunjuk rasa ke Kantor DPRD setempat di Teluk Dalam, ibukota Kabupaten Nias Selatan. Namun karena merasa aspirasi tidak ditanggapi, mereka kemudian mendatangi kantor Kecamatan Teluk Dalam. Kedatangan mereka ke kantor camat dimaksudkan untuk menyita surat suara yang disimpan di kantor kecamatan. Aksi massa itu dihadang polisi. Aksi pelemparan yang dilakukan massa hanya mengenai atap kantor tanpa kerusakan berarti. Namun kemudian massa mulai tidak terkendali sehingga polisi terpaksa mengambil sikap. Bentrokan yang terjadi mengakibatkan lima pengunjuk rasa menderita luka. Korban tetap dibawa ke Polres Nias Selatan beserta sejumlah lainnya yang tertangkap. Untuk mengobati korban luka, polisi mendatangkan dokter dari puskesmas setempat. Namun sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang. Kapolres Nias Selatan AKBP Aiman Syaifuddin tidak berhasil dikonfirmasi mengenai masalah ini. Namun sejauh ini keadaan sudah terkendali. Nias Selatan memiliki delapan kecamatan dan 212 desa, diresmikan sebagai hasil pemekaran kabupaten Nias sejak 25 Februari 2003. Pelaksanaan pilkada di kabupaten ini sempat tertunda beberapa kali karena gempa bumi yang terjadi Maret lalu.Pada pilkada ini, ada empat paket yang maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Nias Selatan periode 2005-2010. Masing-masing Henky Yusuf Wau dan Arisman Zagoto, F Laia dan Daniel Duha, MF Davith Dachi dan F Bulolo, serta pasangan Ikhtiar Nduru dan W Giawa. Untuk pengamanan Pikada Polda Sumatera Utara menurunkan 800 personel polisi yang direkrut dari berbagai kesatuan, yakni Poltabes Medan 100 personel, Binjai 30, Langkat 30, Tapsel 60, Tapteng 30, Sibolga 15, Nias 60, Asahan 30, Madina 20, KP3 Belawan 30, Dit Satpol Air 30, Brimob 100, Mapoldasu 206 personel.
(atq/)











































