Round-Up

Politikus PKS Tarik Ucapan Usai Usul Ekspor Ganja Tuai Kritikan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 01 Feb 2020 07:56 WIB
ganja
Foto: thinkstock / ilustrasi ganja
Jakarta -

Anggota Fraksi PKS DPR RI, Rafli, menarik usulannya soal ganja menjadi komoditas ekspor. Rafli menarik usulannya soal ganja menjadi komoditas ekspor itu usai mendapat kritik dari fraksi PKS sendiri.

Rafli menyampaikan usulan itu saat rapat Komisi VI DPR dengan Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto. Awalnya, politikus dari daerah asal pemilihan Aceh itu bicara soal koordinasi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar hasil pertanian daerah dijamin bisa dipasarkan. Salah satu yang dipaparkan Rafli dalam pernyataannya adalah ganja. Tanaman ini menurutnya bisa digunakan sebagai obat. Terlebih lagi ganja bisa tumbuh mudah di Aceh.

"Misalnya, ganja ini. Entah untuk kebutuhan farmasi atau apa aja jangan kaku lah kita harus dinamis. Ganja ini tumbuhnya mudah di Aceh. Saya rasa ini ganja harus jadi komoditas ekspor bagus," kata Rafli dalam rapat Komisi VI DPR, di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Rafli menambahkan ganja tidak berbahaya. Dia menyebut lebih bahaya orang yang menggunakan sabu-sabu dibanding pengguna ganja.

"Jadi ganja ini sudah konspirasi global. Dibuat ganja no 1 bahayanya, padahal paling sewot orang itu buka yang pakai ganja. Pake sabu-sabu bunuh neneknya, segala macam," tegas Rafli.

Seperti apa reaksi sesama PKS soal usulan Rafli itu?

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4