Kelas Menengah RI Menurut Bank Dunia: Travelling, Hiburan, Punya Mobil

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 31 Jan 2020 18:24 WIB
Jumat (25/7) menjadi hari terakhir para pekerja kantoran sebelum libur Idul Fitri 2014. Meski belum masuk cuti bersama, namun aktifitas kantoran di Jakarta tampak menurun.
Foto ilustrasi orang-orang Indonesia, tidak berhubungan dengan berita. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Bank Dunia meneropong kelas menengah di negara ini. Kelas menengah Indonesia kini terpantau sering travelling dan menghabiskan duit demi hiburan. Apakah Anda kelas menengah yang dimaksud Bank Dunia?

Bank Dunia menerbitkan laporan tahun 2019 berjudul 'Aspiring Indonesia-Expanding the Middle Class', dipublikasikan sejak Kamis (30/1) kemarin.

Laporan ini tidak melihat masyarakat Indonesia hanya sebatas kaya dan miskin saja, namun ada kelompok penting yang eksis, yakni kelas menengah. Begini persisnya lapisan-lapisan masyarakat berdasarkan pola konsumsinya:

1. Miskin: Di bawah garis kemiskinan. Nilai konsumsi Rp 354 ribu per bulan
2. Rentan: Di atas garis kemiskinan namun rentan menjadi miskin. Nilai konsumsi Rp 354 ribu sampai Rp 532 ribu per bulan.
3. Calon kelas menengah: Kelas yang belum sepenuhnya aman. Nilai konsumsi Rp 532 ribu sampai Rp 1,2 juta per bulan.
4. Kelas menengah: Kelas yang aman dari risiko jatuh ke kelas miskin atau kelas rentan. Nilai konsumsi Rp 1,2 juta sampai Rp 6 juta per bulan.
5. Kelas atas: Kelas paling sejahtera di Indonesia. Nilai konsumsinya lebih dari Rp 6 juta per bulan.

Pada 1967, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia cuma USD 657 per orang, menjadikannya sebagai salah satu negara paling miskin di dunia. Namun 50 tahun kemudian, pertumbuhan ekonominya 5,6% per tahun, PDB per kapita tumbuh enam kali lipat hingga nyaris USD 4.000.

Tingkat keberlanjutan dan pertumbuhan yang tinggi ini menjadi salah satu faktor pengurangan kemiskinan paling cepat dalam sejarah. Kini, sudah banyak kelas menengah yang tumbuh di Indonesia. Kelas menengah inilah yang menyusun hampir setengah dari konsumsi se-Indonesia, sekaligus penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

"Sekarang ada sekitar 52 juta kelas menengah Indonesia, atau satu dari lima orang Indonesia adalah kelas menengah," kata Bank Dunia.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3