Massa Minta Raperda Anti-LGBT Disahkan, Pemkot Depok: Itu Wacana DPRD

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Jumat, 31 Jan 2020 17:51 WIB
Kepala Bagian Hukum Setda Kota Depok Salviadona Tri Partita
Kepala Bagian Hukum Setda Kota Depok Salviadona Tri Partita (Sachril/detikcom)
Depok -

Sekelompok massa berunjuk rasa meminta rancangan peraturan daerah (raperda) tentang anti-lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) disahkan. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyatakan raperda anti-LGBT belum masuk di usulan tahun 2020.

Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setda Kota Depok Salviadona Tri Partita menjelaskan, sebuah perda yang akan dibuat harus berdasarkan kesepakatan Pemkot Depok dengan DPRD. Dia mengatakan usulan pembentukan Perda anti-LGBT tidak masuk ke program pembentukan rancangan peraturan daerah (propemperda) 2020.

"Namun untuk di tahun 2020 ini belum ada usulan-usulan terkait dengan Raperda (Rancangan Peraturan Daerah) LGBT. Jadi ini sebetulnya kalau wacananya itu dari DPRD sebetulnya, yang ingin mengusulkan untuk menyusun Perda LGBT ini," kata Salviadon di kantor Satpol PP Kota Depok, Jumat (31/1/2020).

Wanita yang akrab disapa Dona itu mengatakan Pemkot Depok akan menunggu DPRD bila ingin membuat Perda anti-LGBT. Sebab, lanjutnya, Raperda anti-LGBT ini adalah wacana DPRD Kota Depok.

"Jadi kami sendiri karena ini wacana DPRD, kami menunggu usulan DPRD yang nanti kita bahas bersama," lanjutnya.

Dona mengungkapkan, ada 8 usulan Raperda pada 2020 ini. Raperda itu mengenai revisi perda rencana tata ruang wilayah (RTRW), pengelolaan keuangan daerah, dan pengelolaan pasar rakyat.

Simak juga video Kejagung Larang LGBT Jadi CPNS, PPP: Agar Tak Menular:

Selanjutnya
Halaman
1 2