SBY Panggil Pejabat Pertahanan
Senin, 28 Nov 2005 18:16 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendadak memanggil pejabat negara bidang pertahanan, Senin (28/11/2005). Mereka adalah Menhan Juwono Sudarsono, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, KSAU Marsekal Joko Suyanto, KSAD Jenderal Djoko Santoso, KSAL Laksamana Slamet Subiyanto.Belum diketahui apa materi pembicaraan yang dimulai sekitar pukul 17.15 WIB ini. Tapi diduga terkait dengan rencana pengadaan dan peremajaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari ketiga angkatan pascapencabutan embargo senjata mematikan oleh Pemerintah AS.Sejauh ini pemerintah berniat memanfaatkan perkembangan tersebut untuk perawatan terhadap persenjataan yang mangkrak kekurangan suku cadang sejak diberlakukannya embargo sembilan tahun lalu. Mulai dari senapan mesin, tank, kapal dan pesawat tempur yang dibeli dari negara-negara anggota NATO. Sedangkan untuk pengadaan alutusista baru, SBY telah mengisyaratkan tetap membeli dari negara-negara Eropa Timur dan non-NATO lainnya. Termasuk untuk pelatihan para perwiranya."Saya memang tidak ingin dalam pengadaan sistem pertahanan hanya berasal dari satu sumber," kata Presiden di Busan, Korea Selatan (19/11/2005) silam.Sejumlah peningkatan kerja sama bidang teknis pertahanan disepakati dalam lawatannya ke luar negeri sepanjang dua pekan lalu. Yaitu dengan Rusia, India, dan Pakistan. Bahkan, dalam pertemuan bilateralnya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, (19/11/2005), SBY secara terbuka memuji kemampuan manuver pesawat tempur Sukhoi. Sementara dengan India, tengah dijajaki pengadaan pesenjataan bagi pesawat tempur canggih itu.
(nrl/)











































