Disinggung Ketua PDIP soal Pilkada, Ketua Gerindra Kaltim: Tidak Etis!

Ferdinan - detikNews
Kamis, 30 Jan 2020 21:32 WIB
ilustrasi pilkada serentak 2015
Foto: Zaki Alfarabi/detikcom
Samarinda -

Ketua DPD Gerindra Kalimantan Timur (Kaltim) Andi Harun mempertanyakan statement Ketua DPC PDIP Samarinda Siswadi. Siswadi menyinggung Andi Harun soal 'pelanggaran aturan' terkait proses Pilkada Samarinda.

"Saya tidak tahu apa motifnya, tapi pesan yang saya dapat beliau mendiskreditkan saya selaku pendaftar bakal calon wali kota Samarinda di PDIP. Saya menghormati proses internal PDIP, tapi tidak etis mengumumkan sesuatu saat belum ada finalisasi DPP," ujar Andi Harun kepada wartawan, Kamis (30/1/2020).

Siswadi dalam jumpa pers di Samarinda, Rabu (29/1), menyebut PDIP tidak akan memberikan dukungan ke Andi Harun sebagai bakal calon wali kota Samarinda. PDIP disebut Siswadi tak terima atas sikap Andi Harun yang dinilai terburu-buru memilih bakal calon wakil wali kota Samarinda.

"Saya jadi bingung, saya menjadi bertanya, ini apa namanya? Kok tiba-tiba ada statement dari ketua DPC-nya (Siswadi)," kata Andi.

Apalagi komunikasi antara DPD Gerindra dan DPD PDIP Kaltim, menurut Andi Harun, masih intens. "Tidak etis secara politik ketua DPC PDIP berbicara saat belum ada finalisasi (keputusan dukungan)," sambung Andi.

Mengenai pembicaraan calon pasangan untuk maju Pilkada Samarinda, Andi Harun menegaskan pendaftar bakal cawalkot lainnya di PDIP juga sudah berbicara soal pasangan. Tapi Andi Harun menegaskan tidak pernah memberikan statement soal bakal calon wakil walkot pilihannya maju di Pilkada Samarinda 2020.

"Saya tidak pernah membuat klaim karena saya menghargai proses. Lagi pula yang menyatakan hasil final adalah kewenangan DPP," sambung Andi Harun.

Soal Pilkada Samarinda, Gerindra Kaltim segera mengusulkan satu nama ke pengurus DPP. Andi Harun sendiri mengaku sudah pernah berbicara ke DPP Gerindra soal niatnya maju di Pilkada Samarinda.

"Gerindra (Kaltim) hanya mengajukan satu nama calon walkot, yaitu saya, tapi proses sesuai berjalan prosedur," tegas dia.

(fdn/fdn)