KLHK Akan Lapor dan Minta Izin Jokowi Tutup Tambang Emas Ilegal di TNGHS

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 30 Jan 2020 21:18 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar. (Foto: Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menemukan 391 lubang tambang emas ilegal di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengatakan, pihaknya akan melaporkan dan meminta izin ke Presiden Jokowi untuk dilakukan penutupan.

"Saya nanti melaporkan pada Pak Presiden untuk meminta izin bahwa ini akan ditutup," ujar Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, di Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2020).



Siti mengatakan, pada saat melakukan pengecekan terdapat tempat penambangan emas ilegal yang sudah kosong. Menurutnya penambangan emas ilegal tersebut juga akan ditutup.

"Waktu petugas kita datang ini kosong, sudah nggak ada orang, sudah lari. Semua ditutup, yang kita lihat kemarin yang tidak ada orangnya," kata Siti.

Terkait mekanisme penutupan, Siti mengatakan terdapat berbagai cara. Namun dia mengatakan penutupan tambang ilegal ini perlu melibatkan pihak TNI dan Polri.



Sebelumnya, KLHK telah mengumpulkan data terkait penambangan emas ilegal di TNGHS. Disebutkan ada 391 lubang tambang ditemukan di Halimun Salak.

"Ternyata secara keseluruhan itu, di sana itu dari hasil pengumpulan data itu ada 391 lubang tambang, dengan 1.089 pondok," ujar Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, di Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2020).

Siti mengatakan terdapat 9 titik penambangan, tapi baru 7 titik yang telah diteliti. Tujuh titik ini berada di Lebak, sedangkan 2 titik lain berada di Bogor.

(dwia/idn)