Penggunanya Meningkat, Ketua MPR Ajak Masyarakat Jihad Lawan Narkoba

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 29 Jan 2020 19:07 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai peningkatan pengguna narkoba harus menjadi hal yang sangat serius untuk ditangani. Sebagaimana dilaporkan Badan Narkotika Nasional (BNN), di tahun 2019 pengguna narkoba meningkat sebesar 0,03 persen menjadi 3,6 juta orang. Untuk itulah Bamsoet mengajak semua elemen bangsa untuk berjihad melawan narkoba.

Jihad melawan narkoba tersebut juga berangkat dari transaksi narkoba yang juga sangat luar biasa, di 2015 saja menurut BNN jumlahnya mencapai Rp 48 triliun. Indonesia menyumbang 30 persen dari total Rp 160 triliun transaksi narkoba di kawasan Asia Tenggara.

"Belum lagi jika ditambah transaksi yang lolos dari jeratan hukum, jumlahnya akan sangat fantastis. Tak heran jika para bandar dan mafia tak kapok memasarkan narkoba ke Indonesia. Namun demikian kita tak boleh kalah. Jihad melawan narkoba merupakan bagian dari perjuangan membangun bangsa," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Rabu (27/1/2020).

Saat menerima pengurus Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) dan G-Millenial Indonesia, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga memaparkan data United Nation Office and Drugs and Crime (UNODC) yang mencatat konsumsi heroin dunia telah mencapai 340 ton.

Laporan UNODC dalam World Drug Report 2019 memperkirakan pada 2017 terdapat 271 juta orang di dunia, di mana 5,5 persen dari populasi global berusia 15-64 tahun, telah menggunakan Narkoba. Sementara 35 juta orang diperkirakan hingga kini masih menderita gangguan akibat narkoba. Laporan tersebut juga memperkirakan secara global hanya 1 dari 7 pengguna Narkoba yang ingin terlepas dari jerat narkoba dan bisa mengakses pengobatan.

"Di Indonesia sendiri, karena keterbatasan anggaran rehabilitasi di bawah Rp 100 miliar, BNN baru memiliki sekitar enam lokasi rehabilitasi yang berkapasitas 1.850 orang. Sehingga masih banyak korban narkoba yang belum bisa mengakses rehabilitasi," ujarnya.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menambahkan, peran masyarakat seperti Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) yang berkolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan untuk membangun rehabilitasi narkoba gratis, patut didukung dan diapresiasi. Memanfaatkan lahan seluas 12 hektare di daerah Kebon Jeruk, Jakarta, rehabilitasi narkoba yang tidak memungut biaya tersebut akan menjadi wujud nyata peran masyarakat dalam upaya jihad melawan narkoba.

"Global Burden of Disease Study 2017 memperkirakan pada tahun 2017 secara global terdapat 585.000 kematian dan 42 juta tahun kehidupan manusia yang sehat hilang akibat penggunaan narkoba. Perjuangan melawan narkoba adalah perjuangan panjang yang tak bisa dilakukan oleh negara sendirian," ucap Bamsoet.

"Peran masyarakat menjadi kunci. Partisipasi masyarakat seperti yang ditunjukkan JBMI seharusnya bisa ditiru dan ditumbuhkembangkan oleh berbagai elemen masyarakat lainnya," pungkasnya.

(akn/ega)