Polda Bali Sangkal Pernah Hendak Disogok Leslie Rp 200 Juta

Polda Bali Sangkal Pernah Hendak Disogok Leslie Rp 200 Juta

- detikNews
Senin, 28 Nov 2005 13:14 WIB
Denpasar - Media Australia sibuk memberitakan dugaan suap dalam kasus Michelle Leslie (24). Disebutkan ada upaya penyuapan terhadap Kapolda Bali Irjen I Made Mangku Pastika sebanyak Rp 200 juta (20 ribu dolar AS). Namun Kapolda menolaknya.Polda Bali menyangkal keras hal itu. "Dikatakan Kapolda menolak suap saat ditawari oleh orang suruhan Leslie. Berita tersebut tidak benar, karena bagaimana mau tawar-menawar, ketemu saja tidak," tandas Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol AS Reniban kepada detikcom di kantornya, jalan WS Supratman, Denpasar, Bali, Snin (28/11/2005). "Jadi kesan yang ditulis, bahwa Kapolda menolak. Jadi ada kesan Kapolda sudah berjumpa. Padahal kenyataan tidak pernah berjumpa dengan siapapun utusannya. Apalagi Leslie," sambungnya.Reniban juga menyangkal adanya upaya penyuapan pada aparat Puslabfor Polda Bali yang mengetes apa benar yang dibawa Leslie adalah ekstasi. "Saya sudah cek bawah tidak berubah hasil labfor dan hasil labfor menyatakan bahwa psikotropika dua butir ekstasi itu positif. Tes urine positif. Sedangkan darah, saya pernah dengar negatif. Lab forensik hanya menentukan positif dan negatif urine. Tidak ada memberatkan atau meringankan," jelas Reniban.Reniban menegaskan, semua yang dikeluarkan oleh saksi ahli forensik berpengaruh terhadap berat atau ringan tututan. "Tugasnya memeriksa apakah positif atau negatif. Sedangkan soal berat ringan ada di penyidik. Memasukkan pasal berlapis," katanya.Setelah di pengadilan, kasus ini menjadi kewenangan jaksa dan majelis hakim. Reniban menegaskan, tidak ada penyidik yang disuap."Agar lebih kongkret, yang membantu Leslie itu tunjuk saja. Uang sekian, diterima orang ini sekian, tanggal sekian, gitu to. Polri tidak menerima itu," elaknya.Dalam pemberitaan media Australia, kubu Leslie disebut-sebut menggelontorkan uang hingga Rp 6 miliar ke otoritas hukum Indonesia. Yang disebut salah satunya ya Kapolda Bali. Namun tulis media itu, Kapolda menolak. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini