Round-Up

King of The King Tangerang Dipantau Polisi

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 29 Jan 2020 09:00 WIB
Muncul King of The King di Tangerang, Klaim Mau Lunasi Utang Negara
Foto: Satpol PP Copot Spanduk Peolakan Lagu Lampu Merah (dok.istimewa)
Tangerang -

Setelah 'Sunda Empire' dan 'Keraton Agung Sejagat', kemunculan 'King of The King' menghebohkan warga Kota Tangerang. Dalam sebuah spanduk, 'King of The King' mengklaim bisa melunasi seluruh utang-utang negara.

Dirangkum detikcom, spanduk itu mulai muncul di Jl Maulana Hasanudin, Cipondoh, Tangerang pada 21 Januari 2020. Setelah spanduk pertama dicopot, spanduk serupa kemudian muncul lagi di Jl Benteng Betawi, Poris Plawad, Kota Tangerang.

"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Selamat Datang di Kota Tangerang King of The King. YM Soekarno, Mr Dony Pedro. Preisden Direktur Bank UBS, Presiden PBB, Presiden MI. Pembukaan Aset Amanah Allah SWT Allahu Akbar Yang Maha Agung Pada Tanggal 25 November 2019 s/d 30 Maret 2020 untuk Melunasi Seluruh Hutang-Hutang Negara, Menyelesaikan dan Melaksanakan Dana Ampera, Menuju Kesejahteraan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia (KNKRI)" demikian isi spanduk itu.

Pada pojok kanan bawah terdapat tulisan "Lembaga Negara yang Mau Menurunkan Baliho Harus Atas Perintah Presiden PBB, UBS, MI Presiden RI Ir Joko Widodo. Demikian Agar Jadi Perhatian Bagi Semua Pihak".

Pada spanduk tersebut terdapat gambar Presiden pertama RI Soekarno dan di belakangnya ada gambar Nyi Roro Kidul. Di bagian kanan spanduk terdapat foto beberapa orang dan ada foto 3 orang pengurus King of The King yakni Pimpinan Ketua Umum IMD Juanda, Pimpinan Provinsi Banten IMD Syrus Manggu Nata dan perwakilan di Kota Tangerang Prapto.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Sugeng Hariyanto saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya bersama Satpol PP telah mencopot spanduk tersebut. Ia juga menegaskan tidak ada kerajaan terkait kemunculan 'King of The King' ini.

"Tidak ada kerajaan dan orang yang masang (spanduk) ini sendiri tidak tahu bagaimana bentuknya King of the King itu," jelas Kombes Sugeng saat dihubungi detikcom, Selasa (28/1/2020).

Polisi telah meminta keterangan Prapto yang mengaku sebagai perwakilan 'King of The King' di Kota Tangerang. Berdasarkan keterangan Pranoto, dia mengaku diperintah oleh pimpinan Banten Syrus Manggu Nata.

"Sudah diinterogasi, bahwa dia juga jadi korban, karena disuruh buat baliho itu Rp 300 ribu. Tetapi yang bersangkutan tidak mau buat laporan juga," tutur Sugeng.

Rangga Sekjen Sunda Empire Juga Jadi Tersangka!:

Selanjutnya
Halaman
1 2