Round-Up

Tak Ada Sesal Helmy Dipecat dari TVRI

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 29 Jan 2020 05:44 WIB
Eks Dirut TVRI Helmy Yahya penuhi panggilan Komisi I DPR untuk hadiri rapat dengar pendapat umum (RDPU). Rapat itu terkait pemecatan dirinya oleh Dewas TVRI.
Foto: Helmy Yahya. (Lamhot Aritonang-detikcom)

Atas hal tersebut, Helmy berencana melakukan pembelaan. Salah satu pembelaan Helmy ada dengan menempuh jalur hukum untuk nama baiknya.

"Saya akan melakukan pembelaan. Mungkin besok atau lusa saya akan melakukan gugatan melalui pengadilan, mungkin PTUN. Saya membela nama baik saya. Saya adalah seorang profesional. Saya sekarang adalah sekarang ketua ikatan alumni STAN. Saya tidak boleh cacat. Saya bela sampai kapanpun," tutur Helmy.

Dengan pembelaannya, Helmy tak ingin hal serupa terjadi pada Dirut TVRI selanjutnya. Selain itu dia juga ingin memperjuangkan hak para pegawai TVRI.

"Tujuan kedua, saya membela karena tidak ingin terjadi lagi. Karena gampang sekali seorang Direksi dengan PP (Peraturan Pemerintah Nomor) 13 itu diberhentikan. Tidak ada ruang komunikasi. Ini lagi bagusnya kita ini. Tapi saya tetap diberhentikan. Ketiga, saya untuk memperjuangkan pegawai TVRI yang haknya sekarang jadi question mark," imbuh Helmy.

Selain itu, Helmy Yahya mengaku tak sepakat dengan Dewas TVRI yang menyatakan TVRI berpotensi gagal bayar seperti Jiwasraya terkait penayangan Liga Inggris. Helmy mengatakan TVRI dan Jiwasraya merupakan dua hal yang sangat berbeda.

"Hiburan yang sangat digemari di Indonesia ini adalah badminton dan sepak bola, dan kami mendapatkan, katakan rejeki anak soleh mendapatkan kesempatan tayangkan Liga Inggris dengan harga yang sangat murah ya saya buka saja harganya cuma 3 juta dollar, 1 juta dollar itu komitmen diambil iklannya, kami cuma bayar 2 juta dollar," kata Helmy.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3