Wapres Ma'ruf: Politik-Militer Tak Bisa Digunakan Ciptakan Kerukunan Beragama

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 29 Jan 2020 02:21 WIB
Dengan di dampingi Cak Imin, Wapres Maruf Ámin turut hadir dalam forum pertemuan partai Seluruh Dunia di Yogyakarta. Ia pun menekankan pentingnya Dialog Budaya Antar Negara.
Ma'ruf Amin (Foto: dok. PKB)
Jakarta -

Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin mengatakan pendekatan secara militer tidak dapat digunakan untuk menciptakan kerukunan beragama. Menurutnya, kerukunan antarumat beragama hanya bisa dibentuk dari pendekatan keagamaan.

"Bahwa politik, apalagi pendekatan militer tidak dapat digunakan untuk menciptakan kerukunan. Pendekatan keagamaan, forum-forum, upaya-upaya komunikasi yang harus dikedepankan untuk menciptakan kerukunan. Menghadapi konflik global saat ini para pemuka agama tidak hanya selesai pada capaian rukun, tetapi bagaimana rukun bisa merukunkan," ujar Ma'ruf Amin dalam keteranganya, Selasa (28/1/2020).

Pernyataan itu disampaikan Ma'ruf ketika menerima kunjungan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Kantor Wapres, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Ma'ruf mengatakan kerukunan dihasilkan dari empat pilar yang kuat, yakni ideologi, yuridis, sosiologis, dan teologis.

"Untuk membangun kerukunan, saya mempunyai empat bingkai atau pilar. Kesatu, yaitu Pancasila, UUD 1945. Kedua yuridis, yaitu dasar-dasar hukum. Ketiga sosiologis, yaitu kearifan lokal yang sudah dipunyai Indonesia, dan keempat yaitu teologis, yaitu menyebarkan narasi-narasi kerukunan, dimulai dari majelis-majelis keagamaan, membangun komunikasi antar umat beragama," terangnya.

Simak video Capaian 100 Hari Kerja Jokowi-Ma'aruf:

Selanjutnya
Halaman
1 2