Mesin Waktu

Telanjur Dieksekusi Mati, 45 Tahun Kemudian Dinyatakan Tak Bersalah

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Selasa, 28 Jan 2020 19:30 WIB
PBB Kritik Iran Atas Pelaksanaan Hukuman Mati Terhadap Anak di Bawah Umur
Foto: DW (News)
Jakarta -

Tepat tanggal ini pada 1953 seorang pemuda Inggris bernama Derek Bentley yang berusia 19 tahun dihukum mati dengan cara digantung. Empat dasawarsa setelah eksekusi itu, Menteri Dalam Negeri Inggris Michael Howard memberikan pengampunan secara anumerta pada Bentley.

Hukuman pada Bentley itu diperoleh setelah seorang polisi tertembak mati. Sekitar tiga bulan sebelum dieksekusi Bentley bersama kawannya Christopher Craig alias Chris yang berusia 16 tahun menaiki atap sebuah gudang permen di London bagian selatan. Mereka berniat membobol gudang tersebut.

Rencana mereka ternyata dipergoki polisi yang sedang patroli di kawasan itu. Chris yang memiliki pistol, menembak dan melukai salah seorang petugas, kemudian menembak dan membunuh yang kedua, Sidney Miles. Sejumlah polisi kemudian memberi kesaksian di pengadilan, Bentley berteriak pada kawannya, "Let him have it, Chris!"

Teriakan itu menurut penilaian para juri memaksa Chris melepaskan tembakan ke arah polisi. Dalam persidangan Bentley membantah mengeluarkan teriakan itu. Begitu juga Chris merasa tak pernah mendengarnya. Namun pembelaan keduanya ditolak persidangan. Pertengahan Desember para juri menyatakan keduanya bersalah atas pembunuhan.

Chris yang belum dewasa dijatuhi hukuman penjara. sementara Bentley harus menerima hukuman mati. Keluarganya tak terima vonis tersebut. Riwayat penyakit Bentley pun dibuka seperti epilepsi. Bentley juga disebut memiliki mental anak usia 11 tahun.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3