Percakapan Rahasia dengan Bush Bocor, Blair Berang

Percakapan Rahasia dengan Bush Bocor, Blair Berang

- detikNews
Senin, 28 Nov 2005 11:36 WIB
Jakarta - Presiden AS George W Bush dan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair diberitakan pernah membahas rencana untuk mengebom stasiun televisi Al-Jazeera yang berbasis di Qatar. Berbeda dengan Bush, PM Blair berang dengan berita ini.Pemimpin Inggris itu membantah adanya percakapan soal itu. Menurut Blair, isu ini merupakan teori konspirasi. Nada bicaranya langsung berubah ketus ketika para wartawan Inggris menanyai Blair soal bocornya rencana bom itu."Dengar, ada batasan untuk hal yang bisa saya katakan, tapi jujur saya katakan, ini teori konspirasi," cetus Blair berang seperti diberitakan koran lokal, Telegraph dan dilansir Sydney Morning Herald, Senin (28/11/2005).Percakapan kontroversial antara Bush dan Blair tersebut dibeberkan oleh harian Inggris, Daily Mirror yang mengutip dokumen super rahasia dari kantor PM Inggris.Dalam memo berisikan transkrip pembicaraan kedua sekutu itu, Blair membujuk Bush untuk tidak melancarkan serangan bom terhadap Al-Jazeera. Alasan Blair, tindakan itu akan menimbulkan masalah besar.Keinginan Bush untuk mengebom Al-Jazeera didorong oleh rasa tidak senang akibat pemberitaan stasiun pan-Arab itu. Media Inggris lainnya, The Sunday Times memberitakan bahwa sehari sebelum percakapan Bush-Blair itu, Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld menuding Al-Jazeera telah menyiarkan berita yang tidak akurat mengenai perang di Irak.Pihak Al-Jazeera telah menyampaikan surat ke Downing Street guna meminta penjelasan dari pemerintah Inggris."Saya datang ke London untuk mencari kebenaran. Saya membawa tugas dari semua orang di Al-Jazeera dan semua wartawan untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi," tegas salah seorang direktur Al-Jazeera, Wadah Khanfar."Mengebom markas kami akan menimbulkan bahaya tidak terkira antara dunia Barat dan Arab. Jika Barat ingin memajukan demokrasi, hal pertama yang harus didukung adalah kebebasan media," tandasnya. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads