Bakal Dieksekusi Jaksa, Eks Dirut TransJ Konsultasi ke Kuasa Hukum

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 28 Jan 2020 13:06 WIB
Donny Andy Saragih, Dirut baru TransJakarta (Dok. TransJakarta)
Donny Andy Saragih (Dok. TransJakarta)
Jakarta -

Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat menunggu mantan Direktur Utama (Dirut) PT TransJakarta Donny Andy S Saragih, terpidana kasus penipuan, datang sendiri. Donny mengaku akan berkonsultasi dengan pihak kuasa hukumnya.

"Saya akan konsultasi dengan lawyer dulu. Yang tahu kan lawyer," ucap Donny saat dihubungi, Senin (28/1/2020).

Terkait jaksa eksekutor yang akan menjemputnya jika tidak datang, Donny mengaku tidak akan melawan. "Tapi intinya kita kooperatif kepada kejaksaan," ucapnya.

Diketahui, Donny sempat menduduki jabatan Dirut TransJ selama 4 hari. Belakangan diketahui bahwa Donny memiliki masalah hukum sehingga penunjukannya dibatalkan.

Dilihat detikcom, kasus Donny tercatat dalam perkara 490/Pid.B/2018/PN Jkt.Pst dengan klasifikasi perkara pemerasan dan pengancaman. Donny bersama Porman Tambunan alias Andi Tambunan alias Andi kemudian dituntut 'turut serta melakukan penipuan berlanjut' sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan alternatif ketiga.

Pada 15 Agustus 2018, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan Donny dan Andi bersalah dan memvonis 1 tahun penjara serta menetapkan agar para terdakwa tetap ditahan dalam tahanan kota. Jaksa penuntut umum Priyo W kemudian mengajukan permohonan banding. Hasilnya, pada 12 Oktober 2018, Pengadilan Tinggi DKI menerima banding JPU dan menguatkan putusannya serta meminta keduanya tetap berada dalam tahanan.

Tak terima, Donny dan Andi kemudian mengajukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung. Dalam putusan kasasi nomor 100 K/PID/2019 tertanggal 12 Februari 2019, majelis hakim menolak permohonan kasasi Donny dan Andi. Hakim bahkan menjatuhkan pidana penjara kepada keduanya masing-masing 2 tahun.

Putusan hukum untuk Donny itu sudah inkrah sejak Februari 2019. Namun Donny sampai saat ini masih bebas. Selanjutnya, jaksa eksekutor sedang menunggu Donny untuk menjalani eksekusi. Jika tidak datang, jaksa akan mencari Donny.

"Ya katanya dia mau datang. Tapi, misalnya sampai siang ini nggak muncul-muncul, kami datengin," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kajari Jakpus) Riono Budisantoso kepada detikcom.

Simak Video "Anies Ingin Integrasikan KRL-TransJ di Kebayoran"

[Gambas:Video 20detik]

(aik/gbr)