Fakta Virus Corona di Indonesia, Belum Ada Warga yang Positif Terkena

Niken Widya Yunita - detikNews
Senin, 27 Jan 2020 16:19 WIB
ruang isolasi rspi sulianti saroso virus corona
Foto: Achmad Reyhan Dwianto/detikHealth/Fakta Virus Corona di Indonesia, Belum Ada Warga yang Positif Terkena
Jakarta -

Indonesia bukan negara yang terjangkit virus corona. Memang ada sejumlah warga asing yang awalnya diduga terkena virus corona masuk ke Indonesia. Namun setelah dilakukan tes medis hasilnya negatif.

Hingga saat ini tercatat virus corona menyebar di 13 negara. Negara-negara tersebut yakni China, Jepang, Prancis, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Nepal, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Taiwan, dan Vietnam.

Berikut serba-serbi Virus Corona di Indonesia:


1. Di Bali

3 Orang warga negara asing (WNA) dirawat di RSUP Sanglah Bali. Namun 3 WNA yang menjadi suspect virus corona di Bali dinyatakan negatif tidak terinfeksi. 3 WNA itu yakni turis dewasa asal Meksiko yang sebelumnya pergi ke Wuhan, lalu mengalami gejala pneumonia. Sedangkan 2 WNA lainnya, adalah pasien anak-anak yang berasal dari China dan mengalami pneumonia lalu diisolasi. Ketiganya dipastikan negatif dari virus Corona dan kini dipulangkan.

2. Di Manado

Tujuh penumpang pesawat Lion Air JT 2742 rute Changsha-Manado sempat dibawa ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Ketujuh penumpang diperiksa karena diduga terjangkit virus corona. Namun akhirnya mereka diperbolehkan pulang karena negatif.

Ada juga seorang penerjemah turis China diisolasi di RS Kandouw Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Dia ikut penerbangan dengan rute Guangzhou-Manado dengan maskapai Lion Air. Namun penerjemah itu negatif Virus Corona.

3. Di Bandung

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengisolasi dua pasien dicurigai mengalami gejala virus corona. Pasien WN China HG (35) merupakan rujukan dari RS Cahya Kawaluyaan yang datang pada Minggu (26/1) dan HA (24) warga Dago, dirujuk dari RS Borromeus pada Rabu (22/1).

Pasien HG baru kembali liburan dari China, Xinhua sekitar 1.300 kilometer jaraknya dari Wuhan. Sementara HA, yang merupakan WNI, baru pulang dari Singapura pada 22 Januari lalu.

HG juga merupakan pekerja PT Kereta Api Cepat Indonesia-China (KCIC). "Terkait tenaga kerja kami yang di rumah sakit Hasan Sadikin, itu pekerja kami," ucap Humas PT KCIC Denny Yusdiana kepada wartawan, Senin (27/1/2020).

Dirut RSHS Bandung Nina Susana Dewi menegaskan kedua pasien belum suspect virus corona. Pihaknya masih melakukan observasi mendalam termasuk mengirimkan sampel kedua pasien ke Litbangkes Kemenkes RI.

Simak Video "Diduga Terjangkit Virus Corona, RSUD Jambi Isolasi Seorang Warga"

[Gambas:Video 20detik]

4. Di Jakarta

Wisma BRI 2 di Jl Jend Sudirman Jakarta Selatan sempat mendadak gempar pada Kamis (23/1/2020). Karyawan Huawei di gedung tersebut dikabarkan positif terinfeksi Virus Corona. Belakangan terungkap cuma radang tenggorokan.

Tidak adanya infeksi virus corona ditegaskan oleh Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto, yang menyempatkan berkunjung ke Wisma BRI 2. Ia menjamin, virus corona belum terdeteksi masuk Indonesia.

"Ngga ngerti, mungkin malarindu. Itu cuma sakit flu biasa, tapi kan kita cek," kata Menkes Terawan di depan kantor Huawei, Kamis (23/1/2020).

Di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, mengeluarkan surat keterangan hasil uji laboratorium terkait terduga pasien virus Corona. Tertulis bahwa pasien negatif menderita penyakit tersebut. Pasien itu merupakan warga negara Indonesia yang baru melakukan perjalanan dari China.

5. Surabaya

RSU dr Soetomo Surabaya mengisolasi seorang WNA asal China terkait Virus Corona. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan, meskipun status pasien dinyatakan tidak ada indikasi suspect virus tersebut.

Pasien tersebut sebelumnya dari China dan ke Surabaya pada tanggal 5 Januari. Namun setelah seminggu kemudian ia mengalami batuk dan pilek. Atas inisiatif pasien, kemudian memeriksakan dan berobat sendiri ke rumah sakit.

Ada lagi 12 mahasiswi asal Jatim di Wuhan, China, diisolasi. Mereka tengah mengambil beasiswa Bahasa Mandarin di Central China Normal University (CCNU), Wuhan. Gubernur Khofifah Indar Parawansa memastikan 12 mahasiswi asal Jatim di Wuhan, China berada di lokasi aman.

"Seluruh mahasiswa asal Indonesia, termasuk dari Jatim berada di Asrama. Mereka dalam kondisi aman meskipun untuk saat ini mereka belum bisa meninggalkan Wuhan karena transportasi dari dan ke Wuhan ditutup untuk sementara waktu," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Minggu (26/1/2020).


6. Pencegahan Virus Corona

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan beberapa hal yang bisa menjadi langkah antisipasi bagi masyarakat agar tak terkena virus Corona.

"Kalau untuk kita semua, satu, jaga kesehatan kita, hidup bersih, cuci tangan, kalau batuk dan pilek ya ditutupi. Jangan batuk di muka orang, ya tatakrama atau pakai masker, gitu-gitu aja, ya saling menjaga," jelasnya kepada detikcom di auditorium dr Herman Susilo, MPH Gedung dr Suwardjono Surjaningrat, Kebayoran Baru, Kamis (22/1/2020).

Menurutnya, langkah tersebut efektif dalam menghindari kemungkinan terkena virus Corona. Ia juga menegaskan saat ini Kementerian Kesehatan sudah siap untuk menangani segala hal yang berkaitan dengan virus Corona.

7. Impor Diperketat

Untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona ke Indonesia, pemerintah memperketat impor produk dari China, dan negara-negara yang terdampak. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, pengetatan tersebut dilakukan dengan pengawasan di pintu-pintu masuk barang impor seperti bandara dan pelabuhan.


"Sampai saat ini kita hanya lakukan pengetatan pintu masuk kita terhadap semua impor yang tentu saja dalam antisipasi terhadap daerah kita, atau negara tertentu yang kemungkinan akan terkontaminasi hal itu," kata Syahrul usai rapat kerja nasional (rakernas) pembangunan pertanian 2020 di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (27/1/2020).

Syahrul menuturkan, pihaknya menerapkan biosekuriti di seluruh bandara dan pelabuhan di Indonesia. Sehingga, ia meminta masyarakat untuk tidak khawatir.

"Oleh karena itu, kekhawatiran berlebihan tidak perlu dilakukan walaupun antisipasi untuk pengetatan biosecurity lakukan di pintu masuk kita," paparnya.

Ia menegaskan, pengetatan ini berlaku baik semua produk makanan, contohnya buah-buahan.

"Semua jenis yang masuk, baik makanan, buah, dan lainnya," tegas Syahrul.

(nwy/erd)