Round-Up

Cerita Prank Bocah SMP yang Kini Terancam Pidana

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Jan 2020 07:36 WIB
Ilustrasi kekerasan anak (Edi Wahyono/detlkcom)


"(Nginap) di rumah temannya. Mau pulang lagi takut, ngarang ceritalah dia itu," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko kepada wartawan, Jumat (24/1).

Usut punya usut, ternyata VN juga sedang cekcok dengan orang tuanya sehingga minggat dari rumah. "Motifnya ribut sama emaknya di rumah. Kabur, terus mau pulang lagi, takut," ujar Indratmoko.


Akibat prank penculikan yang dibuatnya, VN terancam dijerat dengan pasal membuat keterangan palsu. Polisi mengaku tengah kemungkinan tersebut.

"Kita akan periksa bapak dan ibunya terkait laporan palsu anaknya ini, kita masih mengkaji pasal yang akan diterapkan di kasus ini, potensi buat laporan palsu," kata Indramoko.

VN diproses penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Dia memastikan pihaknya akan tetap memperhatikan status VN yang masih di bawah umur dengan kata lain segala hak hukum sang anak tidak akan dikesampingkan dalam proses pemeriksaan oleh penyidik.


"Gue periksa laporan palsu, kalau kita lanjut pun ini anak masih di bawah umur. Undang-undang sistem pradilan anak mewajibkan penyidik untuk melakukan diversi," ujar Indratmoko.

"Tapi paling tidak kita periksa dulu, buat pembelajaran lah tapi kita tidak lakukan upaya paksa tapi pasti tetap diversi," sambung Indratmoko.

Halaman

(jbr/dkp)