Round-Up

Cerita Prank Bocah SMP yang Kini Terancam Pidana

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 25 Jan 2020 07:36 WIB
Ilustrasi kekerasan anak (Edi Wahyono/detlkcom)
Makassar -

Seorang siswi SMP di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), VN (14), dua hari tidak pulang ke rumah. Dia mengaku menjadi korban penculikan yang dilakukan enam orang pria bertopeng.

Pengakuan itu disampaikan VN setelah sampai rumah. Pihak keluarga pun memutuskan untuk membuat laporan ke Polrestabes Makassar. VN bercerita kepada keluarga diculik dalam perjalanan ke rumahnya di Kelurahan Tidung, Rappocini, Makassar, sekitar pukul 18.00 Wita, Minggu (19/1).

"Awalnya mau pulang ke rumah dan dari rumah tantenya, dia belum sampai di rumah, baru di lorong kemudian dicegat enam orang. Pelaku laki-laki semua memakai masker," ujar tante VN, Mety kepada wartawan, Kamis (23/1/2020) malam.


VN mengaku dibawa ke sebuah rumah kosong. Dia juga mengaku sempat disuntikkan cairan misterius sehingga membuatnya tak sadarkan diri. Beruntung pada Selasa (21/1) VN berhasil melarikan diri dan diantar pulang warga yang melintas sekitar pukul 11.00 Wita.

Menurut Mety, pelaku sempat meminta nomor telepon orang tua korban dengan maksud hendak meminta uang tebusan Rp 50 juta. Namun korban mengaku tidak tahu nomor telepon ibunya.

Polisi pun melakukan penyelidikan atas kasus ini. Isu penculikan ini sempat membuat heboh. Ketua RT tempat VN tinggal sempat berencana membuat imbauan agar para ibu-ibu waspada.


Belakangan diketahui VN mengarang cerita alias bergurau (prank) soal penculikan tersebut. Cerita sebenarnya, VN tidak pulang ke rumah selama dua hari lebih karena menginap di rumah salah satu temannya di Makassar.

Selanjutnya
Halaman
1 2