Kisah Dul, Seorang Muslim yang Turut Semarakkan Imlek di Klenteng Bekasi

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 24 Jan 2020 18:31 WIB
Pengurus klenteng menyiapkan ornamen menjelang Imlek. (Isal Mawardi/detikcom)

"Toleransi di sini enak-enak semua, saling menghormati," kata Dul.

Ketika Ramadhan tiba, Dul tetap menjalankan aktivitas puasa. Karena pengurus lainnya menjunjung tinggi toleransi, hal itu membuat puasanya selama 13 jam tidak terasa.

Bahkan saat Lebaran tiba, pengurus klenteng lain memberikan sejumlah rezekinya untuk Dul. Kebersamaan antarpengurus klenteng pun semakin hangat.

"Ada lah THR," kata Dul.


Meski menyibukkan diri dan berkecimpung di tempat peribadatan etnis Tionghoa itu, Dul tetap tidak melupakan kewajibannya menunaikan salat lima waktu. Ia memilih Masjid El Muwahidin yang berada 100 meter dari Klenteng Hok Lay Kiong untuk sejenak beribadah.

Dul menghabiskan waktu sehari-hari untuk berbakti mengurusi Klenteng Hok Lay Kiong. Hal itu menjadi penyemangatnya untuk melanjutkan hidup. Ia turut bersukacita menyambut datangnya Imlek besok.

"Persiapan ya lampion, kita bebersih dulu, lampion (dibersihkan) terus orang mesen lilin," ungkapnya.


(isa/jbr)