Kisah Dul, Seorang Muslim yang Turut Semarakkan Imlek di Klenteng Bekasi

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 24 Jan 2020 18:31 WIB
Pengurus klenteng menyiapkan ornamen menjelang Imlek. (Isal Mawardi/detikcom)
Bekasi -

Klenteng Hok Lay Kiong di Bekasi, Jawa Barat (Jabar), berbenah menjelang Imlek. Sejumlah pengurus klenteng tampak sibuk mempersiapkan sejumlah ornamen. Satu di antaranya seorang muslim bernama Yanki Dul Suratno (54) atau akrab disapa Dul.

Ketika detikcom mengunjungi Klenteng Hok Lay Kiong di Jalan Kenari I, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, tampak Dul sedang beristirahat di atas kursi berwarna merah. Sesekali ia meminum secangkir kopi yang tersedia di bawah bangkunya.

Dul bertugas sebagai pencatat lilin-lilin yang disumbang jemaat. Tak jarang ia terjun langsung membersihkan peralatan klenteng dan mencuci ornamen.


Dul merupakan salah seorang muslim dalam struktur kepengurusan klenteng yang mayoritas diisi warga beragama Buddha. Keterlibatannya di Klenteng Hok Lay Kiong tak lepas dari kenangan masa kecilnya.

"Saya waktu gabung, waktu tahun berapa ya, main barongsai, setelahnya jadi tertarik (dengan) klenteng ini," ujar Dul, Jumat (24/1/2020).

Semakin hari, budaya Tionghoa semakin melekat dalam diri Dul. Pria asli Betawi itu memutuskan menjadi bagian dari pengurus Klenteng Hok Lay Kiong pada tahun 2000. Saat itu Dul menginjak usia 25 tahun.

Pengurus klenteng menyiapkan ornamen menjelang Imlek. (Isal Mawardi/detikcom)


Meski telah lama bergaul dengan non-muslim di tempat peribadatan non-muslim, hal itu sama sekali tidak melunturkan keimanan Dul. Diakuinya, sejumlah pengurus klenteng lainnya sangat bersahabat. Tidak ada perlakuan diskriminasi ataupun rasial yang ditujukan kepada Dul.

Selanjutnya
Halaman
1 2