Mantan Ketua DPW PAN Jabar: AA Diterima Luas dan Dipercaya Jokowi

Nurcholis Maarif - detikNews
Jumat, 24 Jan 2020 10:17 WIB
Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Mantan Ketua DPW PAN Jawa Barat Adib Zain menyebut saat ini politisi dari daerah terus moncer di PAN. Tak terkecuali Asman Abnur (AA) yang menjadi Calon Ketua Umum (Caketum) PAN menjelang Kongres PAN yang digelar bulan Februari mendatang.

"Tidak banyak Kader PAN seperti AA, empat periode berturut-turut sebagai DPR RI dari Dapil Riau dan Kepri, kemudian dipercaya menjabat Menteri Pemberdayaan (Pendayagunaan) Aparatur Negara/Reformasi Birokrasi RI. Menunjukkan beliau diterima luas dan dipercaya Presiden Jokowi," ucap Adib dalam keterangannya, Jumat (24/1/2020).

"Kemudian memilih mundur terhormat setelah PAN mengusung Prabowo-Sandi. Jika beliau bukan kader yang baik dan mementingkan pribadi rasanya kursi empuk MenPAN-RB itu tidak akan ditinggalkan, itulah kesantunan dan kepatuhan AA kepada partai," imbuhnya.

Diungkapkan Adib, AA yang merupakan politisi daerah ini merupakan mantan Wakil Wali Kota Batam setelah menjadi Anggota DPR RI dan dipercaya sebagai Bendahara Umum DPP PAN oleh Soetrisno Bachir sebagai ketua umum.

Berlanjut kemudian menjabat Ketua DPP PAN di era kepemimpinan Hatta Rajasa. Saat ini AA menjabat wakil ketua umum dan menurutnya, kader yang pas untuk menjabat Ketua Umum PAN 2020-2025, menggantikan Zulkifli Hasan (Zulhas).

"Mengenai dukungan Hatta Rajasa, saya kira bukan AA ini tidak mampu tandang ke gelanggang sendiri. Tetapi kader PAN membutuhkan seorang Hatta Rajasa, untuk kembali membina partai dan memberikan penguatan ditengah kancah politik nasional," ucap Adib.

"AA bersama Bang Hatta, begitu kami memanggilnya akan menjadi 'duet-maut' untuk membesarkan partai, sebagaimana era Bang Hatta Ketua Umum PAN. Kita sebagai Kader merasa bangga dan bergairah dalam berpartai," imbuhnya.

Adib mengatakan walaupun mungkin AA harus berkompetisi dengan caketum yang katanya mendapat dukungan Amien Rais, rasanya AA dengan Bang Hatta jauh lebih mudah diterima oleh peserta Kongres PAN, asal mekanisme demokrasi dijalankan dengan baik.

"Sebagai partai terbuka, segmen plural dan rasional akan menjadi modal AA memenangkan Kongres. Bang Hatta dan AA menjadi simbol bahwa PAN sebagai partai 'jalan tengah' yang siap berada di luar pemerintahan dan akan memberikan masukan kepada pemerintah agar lebih berpihak kepada rakyat dalam kebijakannya," ucap Adib.

Adib juga mengatakan petahana Zulhas lebih dapat menerima AA karena AA akan merangkul bukan memukul. Modal sosial AA yang kuat di masyarakat sebagai seorang yang pengusaha yang sukses tetapi peduli dengan kegiatan sosial. Sebagai bukti, AA banyak banyak beramal di samping memiliki BPR Syariah, beberapa SPBU, dan 'raja valas'.

"Beliau juga mendirikan Politeknik Kesehatan dan Politeknik Pariwisata, serta menyisihkan sebagian hartanya untuk membangun sebuah masjid di Batam, bernama 'Jabbal Rahmah'. Inilah modal sosial dan amal baik seorang pemimpin politik yang tidak hanya berorientasi jabatan dan kekuasaan," ujar Adib.

Menurut Adib, kelemahan periode ini akan banyak diperbaiki AA. Mekanisme organisasi yang hampir mati suri di mana permusyawaratan di tingkat wilayah dan daerah yang diambil alih DPP akan dikembalikan kepada wilayah dan daerah, sebagai bentuk desentralisasi kekuasaan.

"Demikian pula kewenangan dalam pencalonan pilkada yang menjadi hak wilayah dan daerah, akan diperkuat sebagai bentuk komitmen kepada otonomi daerah. AA sadar betul karena beliau lah satu-satunya calon ketua umum yang memulai karier politik dari daerah yang tahu betul aspirasi kader di daerah," pungkas Adib.

Simak Video "Kemen-PAN RB dan Komisi II Sepakat Hapus Tenaga Honorer"

[Gambas:Video 20detik]

(prf/ega)