Ningsih Tinampi Klaim Bisa Panggil Malaikat, MUI Duga Teperdaya Jin

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 20:03 WIB
Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Muhammad Cholil Nafis. (Foto: Sachril/detikcom)
Jakarta -

Warga Desa Karangjati, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Ningsih Tinampi sempat mengaku bisa memanggil malaikat. Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Muhammad Cholil Nafis menduga Ningsih terperdaya oleh jin.

"Dugaan saya terpedaya oleh jin, sehingga seakan-akan hanya dia yang bisa menyelamatkan Indonesia. Hanya doanya dia, digambarkan kedepan terjadi begini," kata Cholil, di Gedung Wisma Bumiputera, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020).

"Ya kalau hoax itu orang bikin-bikin. Dia terperdaya. Bisa terperdaya oleh halusinasi, bisa terpedaya oleh jin. Kalau lihat permintaan maafnya, kayaknya terperdaya oleh jin," lanjutnya.

Cholil menjelaskan tidak ada manusia yang bisa memanggil malaikat. Pihaknya juga sudah menghubungi MUI Pasuruan untuk membina Ningsih.

"Pengobatannya nggak masalah pakai ayat Al-Qur'an. Tapi ketika sudah di luar batas (klaim panggil malaikat), harus diluruskan," ujarnya.

Sebelumnya, Ningsih Tanampi mengaku bisa memanggil para malaikat dan nabi. Pengakuan Ningsih terekam dalam video yang diunggah di channel Youtube Ningsih Tinampi. Video itu berjudul 'Ningsih Tinampi, Penunjukan Ilmu Milik Ningsih'.

Dalam video itu, Ningsih tampak tengah mengobati pasien yang disebutnya punya indra keenam. Melalui pasien perempuan itu, Ningsih seakan ingin menegaskan ke pemirsa channel-nya bahwa ilmu pengobatan dan kesaktian yang dimilikinya bukan berasal dari jin.

Tak lama setelah itu, Ningsih pun meminta maaf atas perbuatannya. Permintaan maaf itu disampaikan Ningsih setelah memberikan santunan kepada puluhan siswa-siswi SMKN 1 Gempol.

"Saya minta maaf karena kecerobohan dan kebodohan saya. Jadi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga negara Indonesia," kata Ningsih Tinampi, Jumat (17/1).

Permohonan Maaf Ningsih Tinampi, Akui Ceroboh Klaim Panggil Nabi:

[Gambas:Video 20detik]

(idn/idn)