Mendagri Serahkan DP4 ke KPU, Jumlahnya 105 Juta Data Penduduk

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 23 Jan 2020 16:26 WIB
Penyerahan DP4 dari Mendagri ke KPU (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyerahkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Pilkada Serentak 2020 kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman. Total ada 105.396.460 penduduk potensial yang terdiri dari 270 daerah yang akan mengikuti Pilkada 2020.

Serah terima dilakukan di ruang sidang utama, Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2020). Penyerahan itu juga dihadiri oleh berbagai pihak terkait Pilkada, termasuk Ketua Bawaslu, Abhan.

Tugas Kemendagri dalam Pilkada 2020 adalah memberikan dukungan terkait DP4. Tito kemudian menjabarkan DP4 pada 270 daerah yang akan mengikuti Pilkada 2020.

"Tahun ini DP4 yang kami serahkan 105.396.460 jiwa. Terdiri dari laki-laki sebanyak 52.778.939 jiwa dan perempuan 52.617.521 jiwa. Itu tersebar di 270 daerah pemilihan, 9 Pilkada Gubernur, 224 Pilkada Bupati, 37 Pilkada Walikota," ujar Tito saat memberikan sambutan.

Tito berharap setelah DP4 diterima KPU, KPU dapat melakukan sinkronisasi dengan daftar pemilih tetap (DPT) pada Pemilu sebelumnya. Tito menjelaskan DP4 itu juga diserahkan kepada KPU di daerah.

"Dengan penyerahakn ini jajaran KPU, saya kira dapat melaksanakan langkah-langkah sinkroninassi DP4 dengan DPT yang terakhir. DP4 yang kami serahkan pada Pak Ketua juga akan digunakan KPU Provinsi dan kabupaten kota untuk menyusun data pemilih pada pilkada 2020 sebagaimana amanat UU 10/2016," ungkapnya.




Simak Video "KPU soal Pilkada 2020: Anggran Rp 9,9 T hingga e-Rekap"

[Gambas:Video 20detik]

Tito menyebut DP4 diperoleh dari daerah dan sudah divalidasi oleh Kemendagri. Sementara itu, Tito berharap data tersebut dapat membantu KPU dalam menentukan DPT.

"Data DP4 berasal dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten/kota yang telah dikonsolidasikan, verifikasi dan divalidasi oleh kementerian dalam negeri di tingakat pusat. Sehingga dapat digunkan dalam penyusunan daftar pemilih dalam pemilihan," kata dia.

Tito berharap KPU dapat menggunakan data tersebut serta menjaga kerahasiaannya. Tito menyebut bahwa Kemendagri siap membantu KPU apabila dibutuhkan.

"Dengan penyerahan ini kami mengaharapkan KPU agar data kependudukan dapat digunakan juga dapat dijaga keharahasiananya sesuai dengan peraturan perundang-undangannya. Dan kami juga sudah siapkan tim kita akan melaksanakan rekonsilisasi data dalam rangka verifikasi terakhir kami pasti akan sangat siap membantu pada jajaran KPU di pusat dan di daerah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU, Arief Budiman mengatakan di setiap Pemilu, KPU selalu berkoordinasi dengan Kemendagri. Arief menyebut program KTP elektonik sangat membantu KPU dalam menyusun daftar pemilih.

"KPU dalam menjalankan tahapan pemilu selama ini selalu berkoordinasi dengam baik bersama dengan dirjen Dukcapil. Kami berterima kasih karena program pembuatan KTP elektronik ini angkanya terus meningkat, dan tadi disampaikan oleh Pak Menteri, tinggal 1,22 persen yang belum selesai," kata Arief.

"Jadi dengan sistem KTP elektronik ini tentu pekerjaan KPU jauh lebih mudah dengan dukungan data dari Kemendagri," imbuhnya.

Arief mengatakan data pemilih adalah urusan penting dalam pemilu. Dia berharap pemyusunan data pemilih kali ini berjalan dengan lancar.

"Bicara mengenai data pemilih itu menjadi salah satu core bussinessnya KPU atau urusan penting KPU dalam tahapan pemilihan. Selain ada pemungutan dan penghitungan suara, kemudian pendaftaran calon, tapi ini menjadi salah satu urusan penting," tutur Arief.

(lir/dnu)