Round-Up

Menanti Langkah Nyata KPK Setelah Harun Masiku Dipastikan di Indonesia

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 22 Jan 2020 21:38 WIB
Gedung Merah Putih KPK (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi telah mengakui bahwa tersangka kasus dugaan suap Harun Masiku sudah berada di Indonesia sejak 7 Januari 2020. Akankah KPK berhasil menangkap politikus PDIP itu?

Dirangkum detikcom, Rabu (22/1/2020), Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F Sompie mengatakan perangkat IT milik imigrasi di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta mengalami delay time. Ronny pun mengakui Harun Masiku telah berada di Tanah Air sejak 7 Januari 2020.

"Sudah masuk rupanya setelah kita dalami sistem itu sudah masuk. Memang ada delay time karena di (Terminal) 2F itu perangkat IT kita baru pasang di sana jadi ada delay time setelah kita dalami dan kita tahu sudah masuk tanggal 7 Januari 2020 yang lalu," kata Ronny.

Ronny juga mengatakan sejak 7 Januari 2020 Harun Masiku masih berada di Indonesia. Namun Ronny enggan menjelaskan lebih jauh terkait keberadaan Harun saat ini.

"Jadi menurut data perlintasan di Sistem Informasi dan Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) yang bersangkutan (Harun Masiku) sudah berada di Indonesia sejak tanggal 7 Januari 2020 sampai saat ini," ujar Ronny.

Ronny pun menyerahkan urusan terkait Harun Masiku yang berada di Indonesia kepada KPK. Keberadaan Harun saat ini, menurutnya, sudah masuk ranah KPK.

"Keberadaan yang bersangkutan di Indonesia tentu sudah menjadi ranah penyidik KPK untuk menjawab karena Ditjen Imigrasi tidak berkompeten menjawabnya," ujarnya.

Lalu bagaimana langkah KPK memburu sang buron?

Selanjutnya
Halaman
1 2