Ketua DPR: Tidak Cukup Alasan Pertamina Naikkan Elpiji
Sabtu, 26 Nov 2005 11:08 WIB
Jakarta -
DPR menilai Pertamina tidak bisa seenaknya menaikkan harga elpiji hingga 41 persen pada awal tahun depan. Apalagi alasannya hanya karena perseroan masih rugi."Alasan Pertamina mengatakan rugi terus tidak beralasan. Pertamina sudah punya pengalaman puluhan tahun, jadi tidak cukup alasan menaikkan harga," tegas Ketua DPR Agung Laksono disela seminar politik yang berlangsung di Hotel Fours Seasson Kuningan, Jakarta, Sabtu (26/11/2005).Agung mengaku, DPR akan segera meminta penjelasan soal kenaikan elpiji ini kepada pemerintah. Dia khawatir, Pertamina akan menaikkan harga sendiri, karena elpiji tidak harus mendapat persetujuan pemerintah dan DPR.Beberapa bahan bakar seperti elpiji, pertamax dan BBM industri yang tidak lagi disubsidi pemerintah patokan harganya mengikuti pasar. Sehingga Pertamina bisa langsung menaikkan harga tanpa persetujuan pemerintah atau DPR.Pertamina berencana menaikkan harga elpiji yang selama ini Rp 4.250 per kilogram menjadi Rp 5.500-Rp 6.000 per kilogram. Pertamina mengaku jika harga gas elpiji naik hingga Rp 6.000 per kilogram, perseroan akan memperoleh untung Rp 100-Rp 200 per kilogram. Agung justru berharap, Pertamina menurunkan harga BBM karena harga minyak dunia yang saat ini di kisaran US$ 60 per barel cenderung turun. "Harga BBM harusnya turun, karean minyak cenderung turun," ujarnya.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































