Tentang Yasonna Laoly dan Kontroversi 'Kriminal di Priok'

Lusiana Mustinda - detikNews
Rabu, 22 Jan 2020 17:26 WIB
Yasonna Laoly (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, menggelar aksi damai di depan kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada Rabu (22/1/2020) pagi. Hal ini disebabkan karena pernyataan 'kriminal di Priok' yang dilontarkan Yasonna Laoly.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia itu sebelumnya berbicara soal kriminalitas yang dihubungkan dengan daerah kumuh di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pernyataan tersebut kemudian menuai protes.

"Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas. Bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak," tutur pemegang gelar doktor kriminologi dari North Carolina State University, Amerika Serikat, itu. "Tapi coba pergi ke Tanjung Priok... di situ ada kriminal. Lahir dari kemiskinan," begitu kata menteri yang juga politikus PDI Perjuangan itu.

Didesak untuk meminta maaf oleh warga Tanjung Priok, berikut ini profil Yasonna Laoly:

1. Lahir di Tapanuli

Yasonna Hamongan Laoly merupakan politikus yang lahir di Tapanuli, Sumatera Utara, pada 27 Mei 1953. Dikenal sangat cinta pada ilmu hukum, suami Elisye Widya Ketaren ini terjun ke dunia politik melalui partai PDIP dan menjadi putra Nias pertama yang menduduki jabatan menteri.

2. Pendidikan

Yasonna Laoly menempuh pendidikan S-1 di Universitas Sumatera Utara (USU) dengan mengambil jurusan hukum. Mendapatkan gelar sarjana hukum pada 1978. Tak puas dengan gelar S-1-nya, Yasonna kemudian melanjutkan studi S-2 di Amerika untuk meraih gelar master of science dari Virginia Commonwealth University, Amerika Serikat.

Yasonna kemudian melanjutkan studi S-3 kriminologi di North Carolina State University (NCSU), Amerika Serikat.

3. Karir

- Pengacara & Penasihat Hukum, 1978-1983

- Pembantu Dekan FH Universitas Nomensen,1980-1983

- Ketua Jurusan Hukum Perdata Universitas Nommensen, Medan, 1994-1998

- Dekan Fakultas Hukum Universitas Nommensen, Medan, 1998-1999

- Pengurus PDIP Sumatera Utara, 2000-2008

- Anggota DPRD Sumut dari PDIP, 1999-2004

- Anggota DPR dari PDIP, 2004-2009

- Anggota DPR dari PDIP, 2009-2014

- Menteri Hukum dan HAM, 2014-2019

4. Mengundurkan Diri

Desember tahun lalu, Yasonna Laoly mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan Menteri Hukum dan HAM kepada Presiden Joko Widodo. Yasonna Laoly mengundurkan diri karena akan segera dilantik menjadi anggota DPR periode 2019-2024.

5. Ditunjuk Lagi jadi Menkumham

Dan pada Oktober, Yasonna Laoly mundur sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024 setelah dilantik sebagai Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Rabu (23/10).

Kini Yasonna Laoly menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM di Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.

Simak Video "Warga Tanjung Priok Geruduk Kemenkum HAM, Desak Yasonna Minta Maaf"

[Gambas:Video 20detik]

(lus/erd)