Sebut Wapres Warga Priok, Massa Aksi Tuntut Menteri Yasonna Dicopot

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Rabu, 22 Jan 2020 14:54 WIB
Foto: Massa aksi demo Yasonna (Jefrie/detikcom)
Jakarta -

Ratusan warga Tanjung Priok siang ini berdemo di depan kantor Kemenkum HAM menuntut Menkum HAM Yasonna Laoly untuk meminta maaf atas ucapannya, yang menurut massa, menyebut Tanjung Priok adalah daerah miskin, kumuh dan kriminal. Salah satu massa aksi dari Komite Masyarakat Jakarta Utara (Komju) Ashari mengatakan Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga merupakan warga Tanjung Priok.

"Wapres memang asli, beliau memang kelahiran Banten tapi beliau bertahun-tahun sampai membikin sekolah Al Jihad segala macam ada di Sungai Bambu dan Tatanggo itu, di situ Al Jihad dia dirikan disitu memang dia bagian dari usia perjuangannya ada di Priok. Dia tidak melihat di situ ada pimpinannya. Seorang wakil presiden yang lahir dari Priok," kata Ashari di kantor Kemenkum HAM, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

Dia mengatakan ucapan Yasonna terkait Tanjung Priok terserbut sangat rentan menimbulkan konflik. Menurutnya, hal tersebut menyulut emosi masyarakat Tanjung Priok.

"Ini akan berbahaya kalau pejabat negaranya itu selalu menyulut bukan untuk menenangkan," ucapnya.

Ashari pun meminta Ma'ruf Amin memberi tahu Yasonna mengenai kondisi Tanjung Priok. Bahkan, dia menyarankan Ma'ruf untuk mencopot Yasonna dari kursi Menkum HAM.

"Perlu dicopot. Alasannya orang yang tidak peka sebagai seorang pejabat publik harusnya beliau itu apa-apa yang meletup itu dia redakan, dia membuat suasana yang menyejukan, sepanas apapun harus menyejukkan. Ini kan menyejukkan malah menyulut kontroversi," tegas Ashari.

Simak Juga Video "Warga Tanjung Priok Geruduk Kemenkum HAM, Desak Yasonna Minta Maaf"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2