Ada Demo 221 Priok Bersatu di Depan Kemenkum HAM, Jl HR Rasuna Said Macet

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Rabu, 22 Jan 2020 12:32 WIB
Massa Aksi 221 Priok Bersatu di depan Kemenkum HAM menyebabkan kemacetan di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta - Ratusan warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, siang ini berdemo di depan kantor Kemenkum HAM. Massa yang membeludak membuat lalu lintas di Jalan HR Rasuna Said macet.

Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (22/1/2020) pukul 12.00 WIB, lalu lintas di Jalan HR Rasuna Said yang mengarah ke Jalan HOS Cokroaminoto mengalami kemacetan. Kemacetan terjadi karena massa aksi memenuhi sepanjang jalan ini.

Kendaraan roda dua dan roda empat pun tidak bisa melalui jalan ini. Lokasi demo saat ini juga diguyur hujan deras.


Mobil komando yang berada di lokasi mengarahkan massa aksi tetap berada di jalan dan tidak berteduh meskipun kawasan ini tengah diguyur hujan. Seorang orator mengatakan warga Tanjung Priok tidak takut air.

"Woy ke sini! Kita tunjukin kalau anak Priok kagak takut air," kata orator di atas mobil komando.

Massa meneriakkan tuntutan mereka, yaitu meminta Menkum HAM Yasonna Laoly meminta maaf kepada warga Tanjung Priok atas ucapannya. Mereka pun meneriakkan 'Priok bukan kriminal!'.

Massa aksi 221 Priok Bersatu di depan Kemenkum HAM menyebabkan kemacetan di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.Massa Aksi 221 Priok Bersatu di depan Kemenkum HAM menyebabkan kemacetan di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. (Jefrie Nandy Satria/detikcom)

"Pak Yasonna Laoly untuk meminta maaf, artinya beliau menarik kembali perkataannya atau statement-nya yang mengatakan bahwa tingkat kriminal yang terbesar di Jakarta berada di Tanjung Priok. Artinya apa? Kami sebagai warga masyarakat DKI Jakarta yang khusus bertempat tinggal di Tanjung Priok merasa tersakiti. Karena apa? Tingkat kriminal di Jakarta ini bukan hanya di Tanjung Priok, tetapi di seluruh pelosok Jakarta pun ada tingkat kriminalnya," kata koordinator aksi, Dimas, kepada detikcom di lokasi.

Hingga saat ini, aksi demo masyarakat Tanjung Priok masih berlangsung. Puluhan anggota kepolisian juga telah berada di lokasi untuk mengamankan jalannya aksi.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meyakini bahwa kemiskinan adalah sumber tindakan kriminal. Menurut Yasonna, semua pihak harus membantu menyelesaikan masalah tersebut.


"Crime is a social product, crime is a social problem. As a social problem, sebagai problem sosial, masyarakat kita semua punya tanggung jawab soal itu. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak di daerah miskin," kata Yasonna dalam sambutannya di acara 'Resolusi Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)' di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Kamis (16/1).

Yasonna mencontohkan dua anak yang lahir dan besar di dua kawasan, yakni Menteng dan Tanjung Priok. Ia meyakini anak yang lahir dari kawasan Tanjung Priok yang terkenal keras dan sering terjadi tindak kriminal akan melakukan hal serupa di masa depan.

"Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan," sebut Yasonna. (jef/azr)