Round-Up

Cerita Mengejutkan soal Perkosaan di Balik Pembunuhan Mahasiswi Makassar

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 20:04 WIB
Rekonstruksi kasus pembunuhan mahasiswi UIN Makassar. (Hermawan M/detikcom)
Makassar - Andi Ridhayatul Khaer (21), pelaku pembunuhan Asmaul Husna (21), mahasiswi UIN Alauddin Makassar, memperagakan 28 adegan rekonstruksi. Fakta-fakta dan kejadian mengejutkan mewarnai rekonstruksi itu.

Rekonstruksi kasus kematian Asmaul Husna digelar di lokasi pembunuhan, Perumahan Citra Elok, Kecamatan Manggala, Selasa (21/1/2020), sejak pukul 11.16 Wita hingga pukul 11.46 Wita. Ada tiga titik utama tempat rekonstruksi, yakni di kamar korban, dapur, serta halaman rumah tempat tersangka memarkir motornya.

"(Sebanyak) 28 adegan sudah terlaksana semua. Dan apa yang diperlihatkan oleh pelaku sesuai dengan apa yang dilakukan saat itu. Jadi dalam hal ini tidak ada bukti-bukti baru yang didapat oleh penyidik maupun oleh jaksa," ujar Kapolsek Manggala Kompol Hasniati.

Berikut ini fakta-fakta pembunuhan Asmaul Husna:

Bekap dengan Bantal

Ridhayatul memperagakan 28 adegan pembunuhan kekasihnya.

"(Sebanyak) 28 adegan sudah terlaksana semua. Dan apa yang diperlihatkan oleh pelaku sesuai dengan apa yang dilakukan saat itu. Jadi dalam hal ini tidak ada bukti-bukti baru yang didapat oleh penyidik maupun oleh jaksa," ujar Kapolsek Manggala Kompol Hasniati kepada wartawan pasca-rekonstruksi.

Cerita Mengejutkan soal Perkosaan di Balik Pembunuhan Mahasiswi MakassarRekonstruksi kasus pembunuhan mahasiswi UIN Makassar. (Hermawan M/detikcom)

Hasniati mengatakan proses tewasnya korban dimulai dari adegan ke-9 saat tersangka menutup wajah korban dengan bantal. Adegan berturut-turut diperankan tersangka dengan mengecek napas korban, masuk ke dapur mencari dan mengambil pisau, lalu kembali ke kamar korban.


Iris Leher

Tepat pada adegan ke-15, tersangka mengiris leher korban sebanyak 1 kali yang berujung pada kematian korban.

"Jadi begini, sebelumnya itu (korban) disekap. Setelah disekap pelaku ini melihat-cek napasnya (napas korban) ternyata masih bernapas," ujar Hasniati.


"Setelah itu, pelaku ke dapur cari pisau, ditemukanlah pisau, setelah itu (kembali ke kamar korban) baru dilakukan pembunuhan," sambung Hasniati.

Proses rekonstruksi sendiri juga disaksikan oleh sejumlah rekan korban dan warga sekitar lokasi kejadian. Polisi mengatakan tersangka Ridhayatul dijerat Pasal 338 KUHPidana.


Selanjutnya
Halaman
1 2