Komisi I Usul Audit Investigasi TVRI Tuntaskan Polemik Pemecatan Helmy Yahya

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 19:14 WIB
Foto: Komisi I DPR menggelar rapat dengar pendapat bersama Dewan Pengawas (Dewas) TVRI membahas pemecatan Helmy Yahya. (Rolando-detikcom)
Jakarta - Komisi I DPR mengusulkan audit investigasi untuk menuntaskan polemik pemecatan Dirut TVRI Helmy Yahya oleh Dewan Pengawas (Dewas). Apabila usulan tersebut disepakati, audit investigasi akan dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Salah satu usulan rapat tadi mengusulkan audit investigasi, ya tentunya pada permasalahan ini oleh BPK. Kalau audit investigasi itu oleh BPK," kata Wakil Ketua Komisi I, Abdul Kharis Almsyahri usai rapat dengar pendapat dengan Dewas TVRI, di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2020).



Abdul Kharis mengatakan usulan tersebut belum disepakati oleh Komisi I. Dia mengatakan Komisi I masih ingin mendengarkan semua pihak dan setelah itu mengambil keputusan atas usul tersebut.

"Salah satu usulan, belum (disepakati) kesimpulannya itu nanti di rapat internal. Atau nanti diambil Komisi I setelah kita mendengarkan dari berbagai pihak, kita akan rapat internal untuk mengambil keputusan. Jadi ini masih kita dalam mendengarkan," ujarnya.



Sebelumnya, Dewan Pengawas (Dewas) TVRI menjelaskan terkait pemecatan Direktur Utama (Dirut) Helmy Yahya yang menyangkut penayangan Liga Inggris. Hal itu berawal dari Dewas meminta penjelasan direksi terkait penayangan Liga Inggris.

"Saya akan sampaikan kenapa Liga Inggris itu bisa menjadi salah satu pemicu gagal bayar ataupun munculnya utang skala kecil seperti Jiwasraya, kami akan coba paparkan urutannya," kata Anggota Dewas TVRI, Pamungkas Trishadiatmoko dalam rapat dengar pendapat di Komisi I, Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1).



Utang Rp 69 M TVRI untuk Liga Inggris di Balik Pemecatan Helmy Yahya:

[Gambas:Video 20detik]

(rfs/idn)