Dewas TVRI Jelaskan soal Liga Inggris Bisa Picu Gagal Bayar Seperti Jiwasraya

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 18:24 WIB
Foto: Komisi I DPR menggelar rapat dengar pendapat bersama Dewan Pengawas (Dewas) TVRI membahas pemecatan Helmy Yahya. (Rolando-detikcom)
Jakarta - Dewan Pengawas (Dewas) TVRI menjelaskan terkait pemecatan Direktur Utama (Dirut) Helmy Yahya yang menyangkut penayangan Liga Inggris. Hal itu berawal dari Dewas meminta penjelasan direksi terkait penayangan Liga Inggris.

"Saya akan sampaikan kenapa Liga Inggris itu bisa menjadi salah satu pemicu gagal bayar ataupun munculnya utang skala kecil seperti Jiwasraya, kami akan coba paparkan urutannya," kata Anggota Dewas TVRI, Pamungkas Trishadiatmoko dalam rapat dengar pendapat di Komisi I, Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Pamungkas menerangkan, ketika itu pihak TVRI sudah melakukan promo terkait penayangan Liga Inggris. Pada tanggal 9 Juli 2019, lanjut dia, Dewas meminta penjelasan kepada direksi terkait hak siar, biaya, sumber anggaran, pola kerja sama, hingga perjanjian terkait penayangan Liga Inggris.



Menurut Pamungkas, tayangan program luar negeri termasuk Liga Inggris memiliki prosedur kontrak yang sangat pelik. Dia menilai ruwetnya tayangan luar negeri menyangkut hak-hak permohonan.

"Bahwa tayangan luar negeri itu sangat pelik dalam kontrak-kontraknya. Karena menyangkut hak kalau terjadi perdebatan dan sebagainya termasuk hak-hak supplession dan lainnya. Kebetulan, alhamdulillah saya sempat pernah di enam televisi dan sedikit pernah menjalani program asing dan liga," ujar Pamungkas.

Direksi TVRI yang berencana menayangkan Liga Inggris pun mengirim surat kepada Dewas terkait perihal itu. Dewas lalu mengadakan rapat bersama direksi, namun, kata Pamungkas, pihak direksi hanya memberikan penjelasan tanpa dokumen.

"Pada tanggal 16 (Juli 2019) menanggapi tersebut, ada sebuah surat dari dilakukan direksi dalam hal ini Plh Dirut. Memberikan beberapa informasi sebatas kertas tanpa ada data-data pendukung kontrak dan sebagainya, mulai biayanya akan dibayarkan PNPB kemudian ada iklan, ada potensi iklan dan lain sebagainya," ucap Pamungkas.

"Oleh karena menurut kami surat ini sedikit sumir dan tak ada penjelasan detail, maka tanggal 17 Juli Dewas mengadakan rapat, untuk meminta penjelasan direksi mengenai surat tersebut. Ternyta alhamdullilah pada tanggal tersebut direksi memenuhi keinginan Dewas kemudian memberikan penjelasan tanpa dokumen dan tanpa seluruh hal-hal terkait yang kita mintakan. Hanya diberi penjelasan," sambungnya.



Kemudian pada tanggal 18 Juli, lanjut Pamungkas, Dewas melayangkan surat kepada direksi untuk meminta taat peraturan. Lalu dia mengatakan Dewas tak menerima kontrak dan penjelasan terkait Liga Inggris mulai Agustus hingga November 2019.

Simak Video "Dewas TVRI Beberkan Kronologi Pemecatan Helmy Yahya"


Selanjutnya
Halaman
1 2