Terdakwa Pembantaian Karyawan Istaka Karya Papua Pakai Penerjemah di Sidang

Faiq Hidayat - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 18:21 WIB
Sidang kasus pembantaian puluhan karyawan PT Istaka Karya. Terdakwa didampingi penerjemah. (Faiq/detikcom)
Jakarta - MG selaku terdakwa kasus pembantaian puluhan karyawan PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua, didampingi penerjemah dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Alasannya, terdakwa MG tidak bisa memahami bahasa Indonesia.

"MG masyarakat tinggal di pedalaman dan dia tidak banyak mengenal bahasa Indonesia sehingga berdasarkan aturan persidangan, ketika diperiksa enaknya pakai bahasa apa," kata pengacara MG, Tigor Hutapea, di PN Jakarta Pusat, Jl Bungur Raya, Jakarta, Selasa (21/1/2020).


Tigor mengatakan kliennya lebih nyaman menggunakan bahasa daerah Nduga. Oleh karena itu, tim kuasa hukum menghadirkan penerjemah untuk mendampingi kliennya.

"Dalam persidangan ini klien kami enak gunakan bahasa daerahnya yaitu Nduga. Karena itu kami menghadirkan penerjemah untuk membantu mengartikan dalam proses persidangan kepada dia," ujar Tigor.

Agenda persidangan hari ini pembacaan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan JPU. Dalam persidangan, MG terlihat didampingi salah satu penerjemah berstatus mahasiswi yang berkuliah di Jakarta. MG beberapa kali mendengarkan penerjemah saat hakim dan pengacara sedang berbicara dalam persidangan.
Selanjutnya
Halaman
1 2