Pecat Helmy Yahya, Dewas TVRI Singgung Tayangan Discovery Channel Saat Banjir

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 16:11 WIB
Komisi I DPR menggelar rapat dengar pendapat bersama Dewan Pengawas (Dewas) TVRI membahas pemecatan Helmy Yahya. (Rolando/detikcom)
Jakarta - Ketua Dewan Pengawas (Dewas) TVRI Arief Hidayat Thamrin mengungkapkan adanya keluhan dari masyarakat terkait penayangan program TVRI. Salah satu keluhan masyarakat adalah ketika ada bencana banjir, TVRI justru menayangkan program Discovery Channel.

Hal itu disampaikan Arief saat rapat dengan pendapat dengan Komisi I, di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020). Awalnya, Arief menjelaskan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) TVRI sebagai stasiun televisi publik yang utamanya menayangkan program yang berkaitan dengan edukasi dan jati diri bangsa.

"Tupoksi TVRI sesuai visi-misi TVRI adalah TV publik, kami bukan swasta, jadi yang paling utama adalah edukasi, jati diri, media pemersatu bangsa, prioritas programnya juga seperti itu. Realisasinya sekarang kita nonton Liga Inggris mungkin banyak yang suka, Discovery Channel kita nonton buaya di Afrika, padahal buaya di Indonesia barangkali akan lebih baik," kata Arief.



Arief lalu menjelaskan cukup banyak program TVRI yang menyiarkan program asing. Arief menilai seolah-olah direksi TVRI mengejar rating dan membayar menggunakan uang APBN ke luar negeri.

"Kemudian siaran film asing cukup banyak, ada yang bayar, ada yang gratis. Seolah-olah direksi mengejar rating dan share seperti TV swasta dan kita ada APBN harus bayar dalam bentuk membayar ke luar negeri dalam bentuk, hal ini BWF, Discovery, dan Liga Inggris, artinya uang rupiah kita APBN dibelanjakan ke luar yang Presiden menyatakan dibatasi dan ini terjadi," ujar Arief.



Simak Video "Helmy Yahya Dicopot, Spanduk #SaveTVRI Sempat Membentangi Gedung TVRI"

[Gambas:Video 20detik]


selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2