Jokowi Kirim Kapal untuk Bersih-bersih Sampah di Labuan Bajo

Andhika Prasetia - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 13:39 WIB
Presiden Jokowi (Foto: dok Biro Pers Setpres)
Labuan Bajo - Dalam rapat koordinasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajaran membahas sejumlah hal teknis berkaitan dengan beberapa isu di Labuan Bajo. Untuk persoalan sampah, Jokowi mengatakan penanganan sampah akan dilakukan, baik untuk sampah di laut maupun di darat.

"Dua, jadi sampah yang ada di laut dan sampah yang ada di darat. Yang ada di laut tadi sudah diputuskan kita akan kirim di sini kapal untuk membersihkan dan mulai Februari nanti kita juga akan bergerak ke bawah laut untuk mengambil sampah. Meskipun belum banyak, tapi harus dimulai. Jangan sampai ada sampah di Labuan Bajo," ujar Jokowi, Senin (20/1/2020).




"Yang di darat nanti Kementerian PU akan mempersiapkan insinerator dan juga tempat pembuangan sampah akhirnya. Dan juga yang paling penting juga pendidikan masyarakat mengenai budaya sampah," tambahnya.

Sementara itu, untuk keluhan soal ketersediaan air baku, Jokowi menyebut sudah ditambah 100 mililiter/detik. Kementerian PU juga disebutnya tengah mempersiapkan tambahan yang lebih besar lagi.

Adapun soal kelestarian lingkungan di kawasan Labuan Bajo, Jokowi telah memerintahkan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar membuat nursery yang bisa memproduksi 5-7 juta pohon setiap tahun.

"Nanti setiap tahun menanam segitu terus, rutin. Sudah detail sekali tadi, saya kira pembicaraan kita sudah teknis dan sangat detail sehingga semuanya yang kira-kira kita ragu semuanya sudah kita tutup," jelas Jokowi.




Labuan Bajo sendiri memang dipersiapkan sebagai destinasi wisata dengan kelas superpremium yang memiliki diferensiasi dari tempat-tempat wisata lain. Presiden berharap wisatawan yang datang ke Labuan Bajo bisa berbelanja lebih banyak dan tinggal lebih lama.

"Kita harapkan di sini belanjanya lebih besar, tinggalnya lebih lama, kita harapkan itu. Artinya, bukan jumlah turisnya, tetapi spending-nya, belanjanya yang lebih banyak. Kira-kira itu," kata Jokowi. (dkp/dhn)