Adian Napitupulu Sakit Hati dengan Ucapan Jaksa Agung soal Semanggi I-II

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 19 Jan 2020 19:05 WIB
Adian Napitupulu (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Aktivis reformasi 1998 Adian Napitupulu merasa sakit hati dan kecewa terhadap pernyataan Jaksa Agung ST Burhanuddin yang mengatakan peristiwa Semanggi I-II bukan pelanggaran HAM berat. Adian mengatakan Burhanuddin seharusnya bicara bukti hingga tindakan hukum, bukan pernyataan politik.

"Saya juga sakit hati. Saya juga kecewa karena Kejaksaan Agung itu lembaga penegakan hukum. DPR itu lembaga politik. Pernyataan politik tidak kemudian serta-merta menghilangkan peristiwa hukumnya dan kejahatan hukumnya. Sebagai Jaksa Agung, dia harus bicara tentang bukti, peristiwa, dan tindakan hukum. Bukan mengutip pernyataan politik," kata Adian di Warung Komando, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/1/2020).



Adian mengatakan apa yang dikatakan ST Burhanuddin terkait peristiwa Semanggi I-II merupakan rekomendasi DPR pada 2001. Dia pun mempertanyakan status Burhanuddin ketika menyatakan peristiwa Semanggi I-II bukan pelanggaran HAM berat.

"Itu keputusan politik DPR, tapi bukan keputusan hukum. Menurut saya, Jaksa Agung bicara sebagai apa? Sebagai petugas penegakan hukum atau pernyataan politik mengutip pernyataan DPR? Ya dia mau usut, usut saja," ujar anggota DPR dari Fraksi PDIP tersebut.



"Mau DPR ngomong apa kek segala macam. Karena jangan sampai disamakan antara pernyataan politik dan penegakan hukum. Itu dua hal yang berbeda. Sebuah tindak kejahatan tidak hilang karena pernyataan politik," sambungnya.


Tonton juga Aktivis Ditangkap Gegara Larangan Natal, Komnas HAM Buka Suara :


Selanjutnya
Halaman
1 2