Caketum PAN Asman Abnur Dinilai Bakal Jadi Kuda Hitam di Kongres

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Minggu, 19 Jan 2020 15:43 WIB
Foto: Asman Abnur deklarasi caketum PAN (Sachril/detikcom)
Jakarta - Peneliti Habibie Center Bawono Kumoro menilai kongres PAN yang rencana digelar pada Februari mendatang bakal menarik karena akan memunculkan kuda hitam. Kongres kali ini juga menjadi tantangan terhadap pengaruh Amien Rais (AR) di PAN.

"Sebagai tokoh utama, sejumlah manuver AR yang dilakukan beberapa tahun terakhir tidak membuat semua elemen di PAN happy. Bahkan pada Rakernas terakhir, mulai berkembang suara di internal partai yang menghendaki lepasnya PAN dari bayang-bayang AR. Meski tidak mudah, namun peluang untuk mengalahkan calon yang didukung AR terbuka," kata Bawono dalam keterangan tertulis, Minggu (19/1/2020).

Bawono menuturkan ketum incumbent Zulkifli Hasan menjadi nama terdepan yang digadang-gadang akan menentang Amien Rais. Sebagaimana diketahui, Amien Rais mendukung Mulfachri Harahap untuk pemilihan Ketum kali ini. Namun manuver ini harus dipahami lebih mendalam.


"Hubungan keluarga antar keduanya membuat aroma persaingan antara Zulhas dan MH hanya merupakan lakon di politik panggung depan semata. Sementara di panggung belakang, situasinya bisa jadi sebaliknya," terangnya.

Nah karena itu munculnya nama Asman Abnur (AA) menjadi menarik. Nama ketiga dipandang bisa menjadi alternatif yang patut diperhitungkan.

"Nama alternatif yang digadang-gadang adalah AA. Meski manuver AA tak sekencang Zul dan MH, namun AA diyakini berpotensi membuat kejutan. Ibarat Liga Inggris, AA layaknya Leicester City FC 2016 yang mengejutkan, menekan lalu menang dan juara," ucapnya.

Bawono mencatat beberapa indikator yang bisa membuat Asman Abnur bisa jadi kuda hitam. Asman Abnur yang sudah mendeklarasikan diri dinilai bisa jadi kuda hitam di Kendari.

"Prestasinya selama di Menpan-RB relatif baik, bahkan Presiden Jokowi mengapresiasi. AA juga jauh dari kontroversi. Ia misalnya, secara gentlemant mengundurkan diri dari kursi menteri, setelah PAN mendukung Prabowo di Pilpres 2019 lalu. Padahal Presiden memuji kinerjanya," ungkap Bawono.

"Itu artinya ia menjunjung tinggi etika politik dalam demokrasi. Tidak banyak politisi yang demikian," sambungnya


Selain itu, Asman Abnur dinilai jauh dari kasus hukum. "Ini akan menjadi pembeda dengan incumbent yang beberapa kali dipanggil KPK meski masih berstatus sebagai saksi. Artinya, bagi PAN secara organisasi, figur AA lebih menguntungkan secara persepsi publik ke depan," jelasnya.

"Zul kurang bersinar selama memimpin PAN, dengan indikasi merosotnya jumlah kursi PAN di DPR dari 49 di era HR menjadi 44. Juga secara proprsional, PAN yang pada 2014 berada di urutan 6 dengan 7,59% suara, pada Pileg 2019 lalu terjun ke peringkat 8 dengan 6,84% suara. Ini tentu catatan negatif bagi Zul," pungkas Bawono. (akn/ega)