Round-Up

WNI Disandera Lagi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 19 Jan 2020 07:39 WIB
Foto: Kapal yang digunakan kedelapan WNI, 5 diculik di perairan Tambisan Lahad Datu Malaysia (Antara)


Setelah itu, mereka langsung dibawa bersama kapalnya ke wilayah perairan Filipina. Namun hanya lima rekannya yang disandera, sedangkan tiga orang dibiarkan pulang untuk membawa kapalnya kembali ke Tambisan.

Informasi yang diperoleh melalui siaran tertulis aparat kepolisian Tambisan, disebutkan lokasi penculikan tidak jauh dari kasus yang menimpa Muhammad Farhan (27) cs pada 23 September 2019, tepatnya di perairan Tambisan Tungku Lahad Datu.


Farhan diculik bersama dua WNI lainnya, Samiun Maneu (27) dan Maharuydin Lunani (48). Ketiganya telah kembali ke tanah air setelah pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan pemerintah Filipina.

WNI Disandera LagiDua sandera Abu Sayyaf yang berhasil bebas lebih dulu dan pulang ke Indonesia (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Saat itu mereka diculik kelompok Abu Sayyaf. Samiun dan Maharuydin berhasil dibebaskan 22 Desember 2019. Sementara Farhan berhasil dibebaskan oleh militer Filipina, tepatnya di Baranggay Bato Bato, Indanan Sulu, pada Rabu (15/1).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membenarkan peristiwa hilangnya lima awak kapal WNI yang bekerja di kapal ikan Malaysia di perairan Tambisan, Lahad Datu. Masih ditelusuri kronologi kejadian itu.

"Terdapat konfirmasi dari Konsul RI di Tawau bahwa benar terdapat lima awak kapal WNI yang bekerja di kapal ikan Malaysia hilang di perairan Tambisan, Lahad Datu. KJRI di Kota Kinabalu dan Konsulat RI di Tawau saat ini sedang berkoordinasi dengan otoritas setempat mengenai detail kejadian," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Judha Nugraha, Sabtu (18/1)
Halaman

(jbr/gbr)