Mahasiswa Untar Gugat soal Wagub DKI, Gerindra: Konstruksi Hukumnya Lemah

Indra Komara - detikNews
Sabtu, 18 Jan 2020 13:50 WIB
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Syarif (Arief/detikcom)
Jakarta - Gerindra menghormati upaya hukum mahasiswa Untar yang diajukan ke MK untuk menggugat proses pemilihan Wagub DKI Jakarta. Namun Gerindra menilai konstruksi hukum gugatan tersebut lemah.

"Konstruksi hukumnya menurut saya lemah ketika dimohonkan agar pengisian jabatan wakil Gubernur melalui pemilihan langsung. Kan ini meneruskan jabatan yang ditinggalkan dan pemilihan itu satu paket, Gubernur dan Wakil Gubernur," kata Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif kepada wartawan, Sabtu (18/1/2020).



Syarif mengatakan pengisian jabatan yang kosong tidak memungkinkan dipilih melalui mekanisme pemilu. Sebab, menurut dia, dalam undang-undang disebutkan bahwa pemilihan gubernur berpasangan dengan wakil gubernur, tidak dipilih sendiri-sendiri.

"Jadi diatur ketika ada kekosongan jabatan gubernur atau wakil gubernur, penggantinya diusulkan partai pengusung. Kan nggak mungkin pemilihan gubernur dan wakil gubernur tidak satu paket," kata Syarif.

Sementara itu, untuk proses pemilihan Wagub DKI, Syarif menjelaskan baru bisa berjalan setelah terbentuk usulan nama-nama bakal calon Wagub DKI dari partai pengusung, yakni Gerindra dan PKS. Sampai saat ini, nama yang diusulkan belum juga final.

Simak Video "Ahmad Riza Patria Jadi Cawagub DKI Usungan Gerindra"

Selanjutnya
Halaman
1 2