Helmy Yahya Jawab 5 Alasan Dewas TVRI Terkait Pemecatannya

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 19:51 WIB
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Helmy Yahya mengaku kaget atas pemberhentiannya dari Dirut Utama TVRI. Helmy menjawab secara rinci -alasan-alasan pemecatan yang dituduhkan kepadanya.

Helmy menerima surat pencopotan jabatan Dirut TVRI kemarin sore sekitar pukul 16.00 WIB. Ketika itu, Helmy dipanggil oleh Dewan Pengawas (Dewas) untuk menyerahkan surat pemberhentian.

"Saya diberhentikan karena pembelaan saya ditolak. Anda lihat supaya tidak menimbulkan fitnah apa sih catatan sehingga Helmy Yahya itu harus diberhentikan," kata Helmy Yahya di Pulau Dua Resto, Jalan Gatot Seobroto, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020).



Poin pertama yang dipersoalkan Dewas adalah penayangan Liga Inggris di TVRI karena dinilai pemborosan anggaran dan menyalahi administrasi. Helmy menjelaskan dewan direksi telah menerima persetujuan melalui Surat Dewas Nomor 127/Dewas/TVRI/2019 untuk penayangan Liga Inggris.

"Apakah ada masalah administrasi? apakah betul kami ngambil Liga Inggris ini tidak bilang ke Dewas," kata Helmy.

Terkait anggaran, Helmy menyatakan penayangan itu berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (BNBP). Penghasilan itu diperoleh dari sewa pemancar hingga iklan.

Sehingga setelah dihitung, maka anggaran yang diterima TVRI dirasa mencukupi untuk menayangkan Liga Inggris. Dan menurut dia sudah dilaporkan.

Selanjutnya Helmy menjelaskan soal ketidaksesuaian re-branding TVRI dengan keputusan Dewas nomor 5 Tahun 2018 tentang penetapan rencana kerja sehingga berdampak pada honor pegawai. Helmy mengatakan bahwa ketidaksesuaian anggaran itu tidak benar.

"Re-branding itu yang membuat TVRI keren. Bukan saja mengganti logo tetapi apakah anggarannya ada yang tidak sesuai? Sangat sesuai walaupun re-branding itu tidak ada di anggaran yang kami lakukan. Begini, ganti seragam karyawan dengan logo baru saya lihat ke Tumpak (Direktur Umum) ada anggaran untuk seragam nggak? Ada dia bilang. Nah ya sudah itu aja kau pakai dengan logo baru itu re-branding," katanya.



Helmy mengatakan tidak ada penyimpangan keuangan pada re-branding itu. Jika ada, menurut dia pasti akan diketahui oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Kalau penyimpangan pasti disemprot BPK," tutur dia.

Helmy juga menampik terkait honor Satuan Kerabat Kerja (SKK) yang disebut tidak dibayarkan kepada karyawan. Menurutnya honor itu dibayarkan, namun memang tidak tepat waktu.

"Tidak pernah ada karyawan TVRI yang gajinya tidak dibayar yang terlambat bayar itu adalah SKK honor temen-teman produksi temen-teman teknik memang tidak ada yang tepat waktu karena harus dipertanggungjawabkan dulu disusun dulu baru dibayarkan dan kami umumkan alhamdulillah sebelum saya turun TVRI tidak ada lagi SKK yang tidak dibayarkan, sudah dibayar," katanya.



Selanjutnya
Halaman
1 2