Mahfud Akan Panggil Jaksa Agung-Komnas HAM soal Peristiwa Semanggi I-II

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 17:45 WIB
Mahfud Md (Foto: Ari Saputra-detikcom)
Jakarta - Jaksa Agung, ST Burhanuddin, menyebut hasil rapat paripurna DPR RI menyatakan peristiwa Semanggi I dan Semanggi II bukan pelanggaran HAM berat. Apa kata Menko Polhukam Mahfud Md?

"Saya belum dengar tuh. Nanti saya tanya Pak Jaksa Agung dulu," kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Mahfud mengaku tak paham dengan maksud Burhanuddin. Namun, dia menjelaskan memang ada kriteria tertentu untuk menentukan suatu kasus sebagai pelanggaran HAM berat.

"Kan memang ada kriteria ya pelanggaran HAM berat. Oleh sebab itu saya belum tahu apa yang dimaksud. Karena pelanggaran HAM berat itu kan harus ada kejahatan kemanusiaan, ada genosida. Itu yang standar dalam konteks ukuran itu kan nanti kita akan melihat," tuturnya.



Mahfud menyebut dirinya akan berdiskusi dengan Jaksa Agung dan Komnas HAM secara terpisah. Hal itu guna untuk meminta penjelasan dari kedua belah pihak terkait kasus tersebut.

"Nanti lah. Saya mau diskusi dulu sama Pak Jaksa Agung dan Komnas HAM. Karena kan sejak dulu selalu beda Kejagung dan Komnas HAM. Nanti saya mau diskusi dulu secara terpisah dengan keduanya," kata Mahfud.

Sebelumnya, dalam rapat bersama Komisi III DPR, Jaksa Agung, ST Burhanuddin, membacakan progres penanganan kasus dugaan pelanggaran HAM berat. Jaksa Agung menyebut DPR telah memutuskan peristiwa Semanggi I dan Semanggi II bukanlah pelanggaran HAM berat.

"Peristiwa Semanggi I-II, telah ada hasil rapat paripurna DPR RI yang menyatakan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan pelanggaran HAM berat," kata Jaksa Agung di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/1).
Selanjutnya
Halaman
1 2