Seluruh Laut RI Perlu Dijaga, Jokowi: Jangan Bicara Natuna Terus

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 16:49 WIB
Presiden Jokowi (Andhika/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan penjagaan lautan tapal batas Indonesia yang sangat luas. Perairan Natuna hanya salah satunya, maka titik yang lain tak boleh luput dari perhatian.

"Jangan kita bicara Natuna terus, nanti yang di Maluku diserbu kita nggak tahu," tegas Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (17/1/2020).


Jokowi memberi peringatan ke kapal nelayan ilegal di Natuna, wilayah Kepulauan Riau itu. Kapal mana pun boleh masuk ke wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, tapi kapal asing yang lewat tidak boleh mengambil sumber daya alam di ZEE Indonesia tanpa seizin Indonesia.

"Sudah aturan main kita jelas. Dari dulu sudah jelas kalau yang namanya masuk teritorial Indonesia itu sudah namanya kedaulatan. Tapi masuk ZEE semua kapal diperbolehkan, tapi jangan mengambil sumber daya alam laut kita. Itu yang harus ditangkap," kata Jokowi.


Jokowi meminta TNI Angkatan Laut, Badan Keamanan Laut (Bakamla), serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar bertanggung jawab mengurusi masalah kapal nelayan ilegal yang masuk di perairan Indonesia.

"Regulaisnya jelas kok. Nggak usah diulang-ulang. Tanggung jawab siapa? Kan ada Angkatan Laut kita di situ, ada Bakamla, ada KKP di situ. Tapi kita harus sudah sadar bentang laut kita sangat luas sekali," jelasnya.



Simak Video "Bertemu Dubes China, Mahfud Tekankan Tak Ada Dispute Soal Natuna!"

[Gambas:Video 20detik]

(zap/dnu)