Penjarakan Samirin yang Ambil Getah Karet Rp 17 Ribu, Kejagung: UU Seperti Itu

Wilda Nufus - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 15:11 WIB
Foto: Hari Setiyono (Wilda-detikcom)
Jakarta - Jaksa menahan kakek Samirin yang mengambil sisa getah karet milik perkebunan Bridgestone senilai Rp 17.480 perak. Padahal, polisi tidak menahan kakek Samirin.

"Jangan melihat kakeknya, melihat pelanggaran pidananya gitu lho. Itu boleh ditahan!" kata Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono, kepada wartawan di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jaksel, Jumat (17/1/2020).

"Nanti sandal jepit, karetnya hanya ngambil karet segini, tapi tiap hari. Sekilo juga. Jadi yang penting perkara itu bisa ditahan, yang bersangkutan bisa mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Yang bersangkutan bisa mengajukan untuk tidak ditahan," kata Hari.


Menurut Hari, penyidik penuntut umum mempunyai kewenangan untuk melakukan penahanan. Tidak masalah orangnya, tidak masalah barang yang dicuri atau perbuatan yang lain.

"Tetapi ketentuan undang-undang seperti itu. Masing-masing punya hak dan kewenangan," ucap hari.

Kejagung meminta masyarakat untuk melihat kasus ini lebih luas. Kejagung menduga kakek Samirin sudah melakukan perbuatannya berulang kali.

"Mungkin masyarakat menilai 'oh ini sudah tua'. Tapi untuk Rp 17 ribu dicek dulu. Biasanyaa itu yang pertama kemudian diakumulasikan ada Edaran Mahkamah Agung minimalnya berapa kan Rp 2 juta. Kalau nggal salah ya. Lupa saya. Tapi apa betul itu nnti saya croscheck lagi. Simalungun ya? makasih loh informasinya," kata Hari.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3