Kakek Samirin Pungut Sisa Getah Karet Rp 17 Ribu Dihukum 2 Bulan Penjara, Adilkah?

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 10:42 WIB
Foto: Samirin (ist.)
Simalungun - Kakek Samirin dihukum penjara selama 2 bulan 4 hari karena memungut sisa getah karet yang menempel di pohon. Getah karet itu bila dirupiahkan nilainya Rp 17.480. Pemilik kebun, Bridgestone, tidak terima dan mempidanakan Samirin.

Berikut kronologi kasus yang terjadi di Sumatera Utara (Sumut) sebagai dirangkum detikcom, Jumat (17/1/2020):

17 Juli 2019
Kakek Samirin selesai menggembala lembu di Nagori Dolok Ulu, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun. Setelah itu, kakek Samirin mengumpulkan sisa getah rembung/karet yang tersisa. Sisa getah itu, dia masukkan ke kantong kresek.

Di saat yang sama, lewat petugas perkebunan yang sedang berpatroli. Samirin lalu dibawa ke kantor Security Perkebunan PT Bridgestone SRE Dolok Maringir. Kemudian menimbang getah dan hasilnya seberat 1,9 kg. Bila diuangkan seharga Rp 17.480. Bridgestone melaporkan kasus ini ke Polsek setempat.


27 November 2019
Kasus kakek Samirin didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Simalungun. Duduk sebagai ketua majelis Roziyanti dengan anggota Novarina Manurung dan Aries Kata Ginting.

Kakek Samirin awalnya tidak ditahan oleh polisi. Namun jaksa tiba-tiba menahan kakek Samirin dengan alasan takut kabur.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3