Mesin Waktu

Saat Presiden Kabila Dibunuh Pasukan Remaja yang Dibentuknya

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 20:20 WIB
Foto: Ilustrasi prajurit anak di Afrika (DW)
Foto: Ilustrasi prajurit anak di Afrika (DW)
Jakarta - Tepat pada tanggal ini, 19 tahun lalu Presiden Republik Demokratik Kongo Laurent Desire Kabila ditembak pengawal-pengawalnya yang masih berusia remaja. Berita kematiannya baru diumumkan secara resmi dua hari kemudian dengan menyebut sang presiden wafat di pesawat saat dalam perjalanan menuju Harare, Zimbabwe.

Peristiwa tragis itu terjadi di istana kepresidenan, Kinshasa. Saat itu Kabila sedang berdiskusi dengan seorang penasihat ekonominya. Seorang pengawalnya yang masih berusia 18 tahun masuk menghadap seraya membungkuk. Dilansir The Guardian, Kabila menyangka remaja itu ingin berbicara. Namun sang pengawal malah mencabut pistol lalu menembak bosnya sebanyak 4 kali.

Penyerang segera lari bergabung dengan kawan-kawannya di luar. Istana pun gempar. Pengawal Kabila yang mengejar menembak mati salah satu di antara mereka. Menteri Kehakiman Kongo Mwenze Kongolo mengeluarkan pernyataan bahwa Kabila ditembak mati pengawalnya bernama Rashidi Kasereka.

Pihak istana sempat membantah peristiwa tersebut. Ini membuat cerita penembakan itu menjadi simpang siur. Kantor berita Belgia, Belga yang mengutip pernyataan diplomat Kongo di Brussels menyebut penembakan itu dilakukan Deputi Menteri Pertahanan, Kolonel Kayembe yang kecewa karena diberhentikan Kabila.

Kabar lainnya menyebut Rashidi bukanlah pelaku utama penembakan. Rashidi hanya bertugas melindungi temannya yang melakukan eksekusi. Sumber The Guardian menyebut sang penembak asli yang punya inisial Le Monde alias Abdoul berhasil melarikan diri meninggalkan istana bersama kelompoknya dengan menggunakan enam kendaraan. Para penyerang ini kemudian berpisah. Abdoul lari ke negara tetangga.
Selanjutnya
Halaman
1 2