Jabar Minim Bioskop, XXI Bicara soal Kendala Akses-Penerimaan Masyarakat

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 19:53 WIB
Foto: Head of Corporate Communications and Brand Management Cinema XXI, Dewinta Hutagaol (Matius Alfons-detikcom)
Foto: Head of Corporate Communications and Brand Management Cinema XXI, Dewinta Hutagaol (Matius Alfons-detikcom)
Jakarta - Pihak XXI buka suara terkait minimnya jumlah bioskop yang ada di beberapa wilayah Indonesia seperti Jawa Barat. Menurut pihak XXI, keberadaan bioskop merupakan salah satu cara untuk mendukung industri ekonomi kreatif di Indonesia.

"Kalau bertanya sejauh mana (pembangunan bioskop) tentu sejalan dengan riset tadi bahwa Indonesia growing, gen Z itu 19 juta sekarang, yang 19 tahun beberapa tahun jadi 21, ya otomatis akan lebih banyak lagi dan otomatis industri ekonomi kreatif juga jadi penopang bangsa. Tentu kita terus upaya menyediakan bioskop, layar-layar yang bisa accessable untuk masyarakat Indonesia," kata Head of Corporate Communications and Brand Management Cinema XXI, Dewinta Hutagaol, di Ballroom Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020).



Dewinta kemudian bicara soal kendala yang terjadi sehingga ada beberapa wilayah yang minim jumlah bioskopnya. Salah satunya adalah keterbukaan masyarakat.

"Banyak faktor ya, jadi keterbukaan satu daerah harus dicek, keterbukaan satu daerah, keterbukaan masyarakatnya lebih tepatnya," ujarnya.

Faktor berikutnya adalah akses ke wilayah tersebut. Namun, dia menyebut penerimaan masyarakat menjadi faktor yang paling besar jika ingin berinvestasi.

"Akses ke tempat itu juga dong, apakah sudah ada akses mudah dijangkau, lalu sisi investasi dan yang paling besar sih dari sisi penerimaan masyarakat itu ya," ucapnya.

Simak Video "Bioskop TIM akan Ditutup, Movie Lovers Kecewa"


Selanjutnya
Halaman
1 2