Temui Dewas KPK, Tim Hukum PDIP Lapor soal Geledah DPP-Sprinlidik Bocor

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 16 Jan 2020 19:18 WIB
Tim hukum PDIP yang diwakili I Wayan Sudirta dan Teguh Samudera mendatangi KPK untuk menemui Dewan Pengawas KPK. (Ibnu/detikcom)
Tim hukum PDIP yang diwakili I Wayan Sudirta dan Teguh Samudera mendatangi KPK untuk menemui Dewan Pengawas KPK. (Ibnu/detikcom)
Jakarta - Tim hukum PDIP menemui Dewas Pengawas (Dewas) KPK. Tim hukum PDIP mengaku menyerahkan surat yang berisi poin-poin temuannya soal operasi tangkap tangan (OTT) Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

"Akhirnya kami menyerahkan sebuah surat yang berisi sekitar tujuh poin. Poin pertama kami menekankan apa bedanya penyidikan dan penyelidikan. Apa bedanya? Penyelidikan adalah pengumpulan bukti-bukti. Penyidikan kalau sudah ada tersangka jadi tahapannya yang awal dan tengah," kata anggota tim hukum PDIP I Wayan Sudirta di gedung ACLC, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (16/1/2020).



Tim hukum PDIP mengaku bertemu anggota Dewas KPK Albertina Ho. Pertemuan tim hukum PDIP dan Albertina berlangsung tertutup.

Sudirta menjelaskan isi poin-poin yang diserahkan ke Dewas KPK. Salah satunya kabar rencana penggeledahan di DPP PDIP yang gagal dan tidak memiliki izin Dewas KPK.

"Ketika tanggal 9 Januari ada orang yang mengaku dari KPK tiga mobil bahwa dirinya punya surat tugas untuk penggeledahan tetapi ketika diminta ngelihat hanya dikibas-kibas. Pertanyaannya betul nggak itu surat penggeledahan dalam bentuk izin dari Dewas seperti yang dipersyaratkan dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019. Betul nggak itu surat izin?" ucapnya.

Dia menyebut belum ada penetapan tersangka dalam kasus OTT Wahyu Setiawan saat tim KPK datang ke DPP PDIP. Menurutnya, KPK belum bisa melakukan upaya penggeledahan karena masih tahap penyelidikan.

"Dengan penjelasan itu kami minta diperiksa tiga mobil itu. Terutama yang pegang surat, periksa ini melanggar aturan atau tidak? Kalau menurut kami kalau betul surat penggeledahan itu berarti perlu diperdalam kenapa bisa begitu," sebutnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2